Jelang Pilkada Ketua Harian Golkar ‘Diadili’
Wijaya memberikan restu kepada Eka Jaya, begitulah kabar yang berkembang untuk merebut kursi Tabanan melalui Pilkada yang digelar 4 Mei mendatang. “Tadi kita sudah minta keterangannya. Saat bersamaan juga kita sudah memegang kronologi yang dikirim DPD Golkar Tabanan,” kata Sri Wigunawati yang menjabat sebagai sekretaris Golkar.
Lalu apa klarifikasi dari Wijaya atas tindakannya? Sri Wigunawati memberikan keterangan bahwa, Wijaya sudah menjelaskan posisinya saat menerima kedatangan Eka-Jaya bersama pengurus teras PDI-P Bali.Dikatakannya saat ditemui, saat menerima kedatangan kandidat yang diusung PDI-P tersebut, kapasitas Wijaya sebagai pribadi, bukan sebagai pengurus Golkar. “Kita memaklumi hal tersebut. Masak orang bertamu kita tidak bukakan pintu,” katanya.
Kendati begitu, Sri Wigunawati menjelaskan, dalam rapat yang dihadiri seluruh pengurus DPD Golkar Bali itu, Wijaya diminta komitmennya untuk memenangkan dan mengamankan paket Golkar yang telah direkomendasikan.
Wijaya sendiri, sebagaimana dituturkan Sri Wigunawati, siap untuk memberikan pembuktian terkait kekaderannya di Partai Beringin tersebut. Wijaya sendiri mengaku siap membuktikan militansinya dengan memenangkan paket Golkar saat digelarnya pemungutan suara pada 4 Mei mendatang.
“Atas keterangan terebut, kita tidak sampai pada pemberian sanksi pemecatan. Tapi kita sudah memberikan teguran keras dan meminta pembuktian Wijaya,” jelas Sri Wigunawati.
Lebih jauh Sri Wigunawati menjelaskan, saat ini Golkar cukup memberi peringatan kepada Wijaya terkait sikapnya tersebut. Sebab, katanya, pemberian sanksi pemecatan, sebagaimana diinginkan oleh beberapa kader Golkar, harus melalui proses panjang dan juga dengan kesalahan yang cukup fatal.
Sementara dalam kasus Wijaya, Golkar tidak melihat kecukupan bukti untuk melakukan pemecatan terhadap mantan anggota DPR RI tersebut. “Kita berikan teguran dan peringatan saja. Itu juga merupakan sanksi yang diatur dalam mekanisme internal partai,” tandasnya.
Ke depan, Golkar akan terus memantau tindak tanduk Wijaya terkait sikapnya untuk perebutan kursi Tabanan satu. Tidak menutup kemungkinan, Wijaya akan menerima tahapan sanksi berikutnya, jika dirinya ingkar janji terhadap komitmen yagn telah diberikannya. “Kita lihat saja ke depannya,” tutup Sri Wigunawati.









Leave your response!
You must be logged in to post a comment.