Home » Bali Kami Terkini

Bom Bali I, sebuah konspirasi tingkat tinggi ? (bag.1)

8 November 2008 3,907 views 9 Comments

Amrozy cs sebagai dalang Bom Bali I sudah terbukti di depan meja hijau dan vonis hukum mati yang dijatuhkan kepada mereka pun sudah memiliki kekuatan hukum yang tetap. Hingga kini mereka tinggal menunggu detik – detik pelaksanaan hukuman mati yang tak henti menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat.

Masyarakat yang mendukung ditegakkannya hukum dengan pelaksanaan hukuman mati nampaknya masih sabar menanti pelaksanaan eksekusi ditengah hingar bingarnya pemberitaan media yang seolah mengangkat berita ini menjadi sebuah tayangan yang eksklusif, disisi lain masyarakat yang menolak dilaksanakannya hukuman mati pun tak henti – hentinya mengupayakan berbagai usaha agar pelaksanaan hukuman mati dibatalkan.

Upaya Peninjauan Kembali (PK) dari Tim Pembela Muslim hingga 3 kali yang menemui jalan buntu, upaya Judicial Review atas tata cara pelaksanaan hukuman mati pun gagal. Tidak seperti sebelumnya, kini masyarakat mulai berani terang-terangan memberikan dukungan kepada Amrozy cs, bahkan organisasi berbasis Islam pun mulai banyak secara resmi meminta penolakan pelaksanaan hukuman mati.

Masyarakat pun semakin dibuat panik serta ketakutan, isu balas dendam via sms menyebar begitu cepat, bahkan sebuah situs web yang terang-terangan memajang sebuah surat yang konon diragukan keasliannya berisikan ancaman pembalasan disertai ancaman pembunuhan kepada SBY & JK dan beberapa pejabat lainnya.

Upaya menggiring opini publik pun dilakukan segelintir orang dengan mempublikasikan sebuah analisa Teori Konspirasi dibalik tragedi Bom Bali I di sebuah media forum berbasis internet di tanah air. Teori konspirasi yang konon banyak mengambil sumber dari tulisan tulisan seorang jurnalis yang beranama Joe Vialis tentunya belum teruji tingkat kebenarannya karena belum menyertakan analisa resmi dari pakar – pakar terkait di bidangnya akan kami paparkan berikut ini.

Bom Bali I, sebuah konspirasi tingkat tinggi ?

12 Oktober 2002
Kurang lebih pukul 11.30 malam, hari Sabtu tgl 12 Oktober 2002, saat seseorang entah dimana menekan tombol yang lalu mengirim sinyal radio ke antena bawah tanah yang terdapat didalam pipa saluran air hujan dekat Sari Club, Bali. Dan sepersekian juta detik kemudian, bola api mengerikan terbentuk di jalan. Bola api itu berbentuk lingakaran yang berkilauan, mungkin dibuat dari 99.78% Plutonium 239 yang diproduksi oleh fasilitas nuklir Dimona di gurun Negev, Israel Selatan (Joe Vialls)

Beberapa detik berlalu dan monster mengerikan ini melanjutkan aksinya ke jalanan, menguapkan semua orang yang berdiri dalam jarak 30 kaki dan menggerus sekurangnya 2 ton serpihan aspal mematikan di sepanjang jalanan Kuta Bali. Tiap orang yang berdiri di jalur ledakan menderita luka bakar serius akibat emisi panas.

Tidak lama kemudian, sang monster mengirim energi gelombang panas yang luar biasa dan segera menghanguskan sekurangnya 27 bangunan di area yang berdekatan, membakar area parkir yang berjarak 2 blok dari titik ledakan, dan kelak diketahui tidak ada alat Geiger manapun yang mendeteksi adanya radiasi.

Kebiadaban ini nampaknya sebagai “hukuman” terhadap warga Australia dan warga Yahudi-Nasrani yang bertentangan dgn Islam. Diantara korban, orang Australia paling banyak, yang sebenarnya bersikap arif dalam menentang PM mereka, budaknya George W. Bush dan Ariel Sharon dalam kebijakan kejinya terhadap Timur Tengah.

Politisi dan ahli akademis cepat-cepat berebut berbicara depan kamera televisi dengan penjelasan yang kurang bisa dipahami, bagaimana dan mengapa pengeboman terjadi di tempat pertama, dan mengapa lusinan korban dengan badan masih utuh jadi lenyap tanpa jejak. Masalah besar berikutya bagi politisi dan ahli adalah kawah besar di jalanan di luar Sari Club, kawah dengan kedalaman 5 kaki dan diameter 22 kaki.

Kawah itu memberi bukti bahwa senjata diledakkan dari bawah tanah. Satu-2 nya jawaban kenapa bahan peledak dapat menciptakan kawah jika bila bahan peledak dijatuhkan dari pesawat dan melakukan penetrasi ke dalam tanah, atau bila bom itu secara fisik diletakkan di bawah tanah. Para politisi dan ahli sendiri nampaknya punya masalah dengan pemikiran mereka tentang kawah.

Media massa juga ikut membantu dengan tidak menayangkannya di televisi atau koran-2, dan “pencucian otak” publik segera membuat orang melupakan kawah tersebut. Kemungkinan mengapa masyarakat tidak percaya juga disebabkan karena petasan buatan China dalam jumlah besar, suatu awal penyajian disinformasi yang cukup serius.

13 Oktober 2002
Kurang dari 24 jam setelah ledakan, media massa mengklaim bahwa penyidik di TKP “telah menemukan jejak C4. Ini adalah kebohongan, meski demikian berita tersebut cukup “menghancurkan”, sebab tiap orang yang punya televisi dan film-film Sylvester Stallone atau Bruce Willis menyadari betapa dahsyatnya C4 itu.

Stallone mengahantam musuh-2 nya di depan mata pakai itu, dan Willis menggunakannya untuk menghancurkan pembajak pesawat. Dalam tiap tontonan tv ledakan diiringi dengan bola api raksasa yang dibuat untuk menggambarkan bahwa “neraka depan mata”, memberi kesan C4 adalah bom paling kuat di muka bumi.

Composition (C) 4 adalah komponen stabil dan lemah dari 91% RDX dan 9% non-explosive Polyisobutylene plasticiser. Sebenarnya C4 hanya 1.2 kali lebih kuat dari TNT. Bom plastik ini punya reputasi terutama karena penggunaannya yang fleksibel. Anda dapat meletakkannya sesuka anda, dan melekatkannya dimanapun kalian mau walau dalam air sekalipun.

pesan dari penulis teori diatas

Saya menulis ini bukan bermaksud untuk, mengumbar bualan “teori konspirasi, apalagi memancing SARA. Saya bersikap NETRAL disini dan saya menulis trit ini hanya untuk menyajikan suatu analisa yang saya sadur dari berbagai laporan jurnalistik Asing. Tapi apapun yang terjadi, yang berlalu biarlah berlalu, mungkin hukuman mati sudah menjadi suratan nasib bagi Amrozy dkk.
Kalo ada yang salah dalam tulisan saya, saya mohon maaf., dan CMIIW

sumber asli click disini

bersambung ke bagian 2




9 Comments »

  • Antoniest said:

    Membaca artikel ini membuat saya merasa bodoh (maaf hal ini karena memang kealfaan saya sebagai manusia yang serba kekurang tahuan). Naif jika selalu rakyat kecil yang menjadi korban, korban bom itu sendiri yang pasti, dan juga korban dari para eksekutor para regu tembak.
    Saya tidak menganggap bahwa konspirasi ini benar atau salah karena memang pemerintah dan seluruh pihak terkait tidak pernah (red:tidak berani) untuk menelaah artikel konspirasi ini yang mungkin karena memang kita semua berada dibawah tekanan.
    Mungkin pemerintah kita dibawah tekanan untuk menerima saja skenario besar ini. Mungkin para famili dan kerabat korban bom juga dibawah tekanan yang tidak menemukan terdakwa lain dan akhirnya hanya menerima “kenyataan” bahwa para korban adalah hasil kerja para penerima “nobel fisika” (http://www.bukumuslim.com/product/12/42/konspirasi_bom_bali) karena hanya mereka yang selalu “ditampilkan” di media.

  • Antoniest said:

    Berikut petikan menarik mengenai Konspirasi :
    http://www.asmistmaria.ac.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=6

  • ari said:

    Saya sebagai pribadi orang bali, saya tidak bisa mempercayai pihak manapun sekarang juga kecuali saudara/semeton Bali sendiri karena saya yakin semua semeton Bali memiliki suatu kebanggaan terhadap eksistensinya di dunia dan tidak akan pernah melakukan konspirasi apapun juga. Masyarakat Bali hanya menjadi pelanduk yang mati di tengah-tengah dua pihak yang sedang bertikai, dan kalau tidak ingin menjadi pelanduk ada baiknya diam saja membiarkan semuanya berlalu dan jangan pernah ikut terseret membela salah satu pihak karena kan membawa Bali menuju kehancuran yang sebenarnya, sekali lagi jangan terjebak. Bali hanya kebetulan menjadi lokasi pengeboman, tidak lebih dari itu, kalupun diduga untuk menyeret masyarakat bali (Hindu) ke dalam pertikaian dua pihak sebaiknya masyarakat bali mulai waspada.

  • ari said:

    saya cuma ingin menambahkan, bagaimana caranya pengembom menanamkan Bom di permukaan yang beraspal? dan kalaupun benar ditanam, bagaimana caranya supaya orang-orang di sekitar tempat bom ditanam tidak curiga ada aspal yang dibongkar oleh orang iseng untuk ditanami bom? adakah anda punya data bahwa di tempat kejadian aspal pernah dibongkar untuk ditanami bom? terima kasih tanggapannya.

  • abu salman said:

    BEWARE OF ZIONIST MOVEMENT

  • Amrozi, Muchlas Ali Ghufron, Imam Samudra: Bukan Pelaku Peledakan Bom Bali I « LAWAN ARUS said:

    [...] Bom Bali I, sebuah konspirasi tingkat tinggi ? (bag.1) sehari sebelum bom bali 1 terjadi, perdana menteri korea hendak berkunjung ke bali namun CIA memberitahu bahwa akan ada aksi terorisme di bali sehingga PM korea tersebut membatalkan kunjungannya. [...]

  • joni said:

    Tuhan Maha Tahu dan Maha Adil. Orang2 yang dianiaya doanya sangat dikabulkan.Hakim yang memvonis mati Amrozi CS telah mati duluan. Jaksa yang menuntut hukuman mati Amrozi Cs sekarang juga masuk penjara karena kasus suap.

  • FPI said:

    TIDAK SEDIKIT ORANG YANG MAU/BERUSAHA MEMBALIKKAN FAKTA. ATAS DASAR KEPENTINGAN PRIBADI DAN KELOMPOK,BERBAGAI USAHA DILAKUKAN UNTUK MENCIPTAKAN OPOINI UNTUK MEMBENARKAN PELAKU2 BOM BALI SATU. AGAMA SEMUA BAIK, TAPI PEMELUK AGAMA TIDAK SEMUA BAIK. JUSTRU ORANG2 YG NYATA2 BIADAB DIBELA MATI2AN HANYA KARENA MEREKA SATU AGAMA. MUNGKIN TERMASUK ORANG2 INTELEK SEPERTI ANDA. INI NKRI BUNG….BUKAN NEGARA AGAMA. HUKUM DI NEGERI INI HUKUM NEGARA BUKAN HUKUM AGAMA. TUNDUKLAH PADA HUKUM AGAMA ANDA,SAYA TUNDUK PADA HUKUM AGAMA SAYA, TAPI KITA TUNDUK KEPADA HUKUM YG BERLAKU DI NEGRERI INI.

  • eskage said:

    Amrozy cs telah dieksekusi. Pemerintah telah melakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku di Indonesia. Bahwa peristiwa bom Bali konspirasi atau tidak, pelakunya Amrozy Cs atau bukan, biarlah tetap berada di wilayah abu-abu.

    Amrozy Cs eks-pejuang Afganistan. Dan agenda besar yang saat ini sedang berlangsung adalah; semua eks-pejuang Afganistan dijerat kakinya dengan kasus di negeri mereka masing-masing agar tidak bisa kembali membela Afganistan yang saat ini menjadi bulan-bulanan AS. Tidak bisa berpartisipasi ke negara-negara muslim lainnya yang saat ini diporandakan oleh kaum Pagan dan Yahudi.

    Kalau anda minta bukti, maka anda seperti polisi ketika diberitahu oleh intelijen akan adanya peledakan bom di bali sebulan sebelum terjadinya peledakan. Waktu itu polisi minta bukti.

    Sebuah gerakan bawah tanah tidak pernah ada bukti.

Leave your response!

You must be logged in to post a comment.