Category Archives: Bale Bengong

Ice Cream Dari Susu Manusia

Susu manusia atau lebih dikenal payudara wanita kini selain dimanfaatkan untuk mencakup kebutuhan ASI, juga oleh sebuah restoran London dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuat Ice Cream. Ice Cream rasa susu manusia atau payudara wanita ini yang dinamakan Baby Gaga dihargai seharga 14 Pundsterling atau 196.000 Rupiah.

Ice cream rasa susu manusia atau payudara wanita ini di sajikan oleh restoran Icecreamists dikawasan Covent Garden. Susu asli dari para wanita ini dicampur dengan rasa vanila Madagascan dan Lemon Zest, lalu diaduk dan dijadikan Ice cream.

“Baby Gaga rasanya creamy dan kaya vitamin. Tak seorangpun sebelumnya melakukan hal menarik seperti ini pada Ice cream dalam ratusan tahun terakhir. Kami menemukan metode merubah susu manusia menjadi Ice Cream. Kami ingin merubah cara pikir orang-orang terhadap Ice Cream. Jika ice cream ini baik untuk anak-anak, maka produk tersebut baik untuk siapa saja”, kata sang penemu, Matt O’Connor.

Ia menambahkan mungkin beberapa orang akan langsung merasa jijik. Namun sesungguhnya Ice cream tersebut sangat murni, organik, bebas bahan kimia dan terbuat dari bahan alami.

“Saya menikmati Baby Gaga pagi ini, dan saya merasa baik dan bugar” ujarnya Minggu (27/2) kemarin.

Matt O’Connor mengatakan para pendonor susu mendapat pemeriksaan kesehatan ketat dan dibayar 15 Poundsterling untuk setiap 10 ons susu yang dikeluarkan.

Susu Wanita
Ilustrasi

Source: Kutipan dari Bali Post edisi Senin Paing, 28 Feb 2011

Foto Seksi Nilam Puspita

Setelah lelah beraktivitas memang lebih enak mendapatkan perawatan tubuh seperti pijat. Hal itu seperti yang dilakukan artis pendatang baru Nilam Puspita.
Foto Seksi Nilam Puspita saat di PijatBaru-baru ini, artis di sinetron Islam KTP itu diundang untuk promo di acara musik InBox SCTV yang sedang berlangsung di Pasar Senen, Jakarta. Nah setelah promo, ia merasa lelah. Untuk itulah, ia menuju sebuah pusat kebugaran untuk pijat tubuh dan refleksi.

Sesampainya di tempat yang dituju, Nilam bertemu rekan artis lainnya Lionel Hendrik. Alhasil, keduanya dipijat bareng di ruang terpisah. “Baru dipegang mbaknya aja udah terasa enak,” kata Nilam seperti dikutip Status Selebriti, Kamis (27/1).

Saking enaknya dipijat, Nilam sempat tertidur pulas. Saat sedang terlelap, seorang rekan Nilam, yakni Lolita datang dan mengejutkan Nilam. Setelah itu, Lolita juga melakukan perawatan yakni lulur lumpur.

Keindahan Pura Uluwatu

Pura Ukuwatu

Keindahan Pura Uluwatu yang begitu eksotik dan megahnya membentang langit luas dan samudra yang begitu indah, sehingga banyak dari kalangan pembisnis dunia mengincar daerah ini. Untuk itu kita sebagai sesama umat manusia, khususnya para semeton Bali, kita lestarikan tempat ini agar jauh dari budaya modernisasi,,,, agar kekhusyukkan kita dalam bersujud menghadap TYME mendapat limpahan rahmat yang tak ternilai harganya.

10 Hal Tdk Dpt Dibeli Dg Uang

Uang Bukan Segalanya

Uang, siapun butuh uang. Orang Dewasa, Remaja bahkan anak – anak kecil sekalipun kenal dengan benda yang namanya uang. Memang uang penting dalam kehidupan, tanpa alat tukar ini kita tidak mukin bisa memenuhi kebutuhan hidup. Uang membuat sebagian orang bisa melakukan banyak hal daripada orang yang tidak memilikinya. Tetapi seberapapun pentingnya uang, masih ada hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Read more »

Cerita Renungan DISKRIMINASI TERHADAP PEREMPUAN

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata: “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
“Ya, tetapi, aku tidak membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu.
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silakan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
“Ada apa nona?” tanya si pemilik kedai.
“Tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi ! Tetapi… ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang lalu berkata:
“Nona, mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya.”
Ana terhenyak mendengar hal tsb.

“Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal , aku begitu berterima kasih. Tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Ana segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg harus diucapkan kepada ibunya.
Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya berwajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah
“Ana, kau sudah pulang. Cepat masuklah, Ibu telah menyiapkan makan malam. Makanlah dahulu sebelum kau tidur. Makanan akan dingin jika kau tidak memakannya sekarang”
Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya.

Ia pun menangis di pelukan ibunya.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang s angat dekat dengan kita, khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

Memberangus Makelar Kasus

KOMJEN Susno Duadji kembali menghebohkan publik. Pernyataan lantang mantan Kepala Bareskrim itu perihal makelar kasus di tubuh kepolisian membuat petinggi Polri berang dan meradang. Perkara yang dibeberkan Susno itu terkait dengan skandal kasus penggelapan pajak senilai Rp25 miliar. Kasus ini melibatkan pegawai Ditjen Pajak, Gayus Tambunan, yang kini berstatus terdakwa dan sedang disidangkan di PN Tangerang.

Berdasarkan penyidikan yang telah dan sedang dilakukan polisi, dari total dana Rp25 miliar di rekening Gayus, hanya Rp395 juta yang memenuhi unsur pidana. Sisanya yang semula diblokir polisi di kemudian hari dilepas blokirnya juga oleh polisi. Dana itulah yang kabarnya mengalir ke kantong sejumlah petinggi kepolisian dan para penyidik kasus tersebut. Tidak tanggung-tanggung, menurut dugaan Susno, dua perwira tinggi bintang satu turut menikmati uang itu.
Mereka adalah Brigjen Edmon Ilyas, yang sekarang menjabat Kapolda Lampung, dan Brigjen Raja Erizman, yang kini menduduki posisi Direktur II Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri.

Susno tentu tidak asal menuding. Orang sekelas Susno, perwira tinggi polisi bintang tiga, tentu tahu dan paham benar perbedaan antara fitnah dan indikasi adanya pelanggaran hukum beserta konsekuensinya. Makelar kasus atau mafia hukum dan sejenisnya bukanlah perkara baru. Akan tetapi, inilah persoalan yang bisa dirasakan, namun selalu tidak diakui, dan amat sulit untuk dibongkar. Padahal, pembusukan hukum di Republik ini akan terus terjadi salah satunya karena adanya permufakatan jahat antara aparat penegak hukum dan pihak-pihak lain yang ingin mengangkangi peraturan.

Hukum di negeri ini busuk karena keadilan dapat diperjualbelikan. Itu sebabnya, semua lembaga penegak hukum di negeri ini terkenal korup. Itu pula yang membuat Indonesia memperoleh predikat negara terkorup se-Asia Pasifik menurut versi terbaru Political and Economic Risk Consultancy (PERC). Dalam konteks itu, persoalan tidak boleh difokuskan kepada sosok Susno dan mencari ‘motifnya’, seperti mengapa baru sekarang dia mengungkapkan makelar kasus di kepolisian.

‘Nyanyian’ Susno itu justru hendaknya menjadi pemicu semua lembaga penegak hukum, termasuk kepolisian, untuk introspeksi dan berbenah diri. Karena itu, apa yang dibeberkan Susno seharusnya direspons secara positif dan kreatif, bukan reaktif dan negatif. Bukan pula, justru memperuncing pertikaian internal di lingkungan Polri. Langkah yang diambil Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, yaitu mendorong KPK untuk segera menyelidiki makelar kasus di jajaran Polri, merupakan salah satu bentuk respons yang positif.

Sukses tidaknya pemberantasan mafia hukum sangat bergantung kepada keberanian Polri untuk mereformasi diri sendiri, termasuk menindak dan membersihkan jajaran mereka. Hal yang selalu digaungkan, tetapi masih jauh panggang dari api dalam kenyataan. Tanpa komitmen nyata membersihkan diri sendiri, upaya memberangus makelar kasus sebagai bagian dari reformasi di tubuh Polri hanya akan mati suri karena terkekang oleh arogansi institusi.

Untuk anggota POSKO PEMANTAUAN PERADILAN PROVINSI BALI
LBH BALI – JALAN PLAWA NO 57 DENPASAR