Category Archives: Tokoh Bali Kami

Singaraja – Lomba Takbir

Balikami.com – Singaraja kemarin (9/9) malam hari pihak PHBI (Panitia Hari Besar Islam) mengadakan Lomba Gema Takbir Keliling yang dibuka oleh Bapak Bupati Buleleng, Putu Bagiada.

Lomba takbir ini dilakukan dengan berjalan kaki, agar suasana takbir menjadi lebih aman dan kondusif. “Supaya adik-adik kami tidak terlalu mengunggah keinginan berhura-hura dijalan sehingga menimbulkan kekacauan dan ketidaknyamanan kita bersama”, ujar Ketua Pelaksana PHBI Buleleng.

Lomba ini diikuti oleh 11 peserta untuk memperebutkan Piala Bergilir Bupati Buleleng dengan pendanaan disokong penuh oleh Bapak Bupati Buleleng dan dibantu oleh Bapak Kapolres Buleleng. (ag/adm)

Dinyatakan Tewas Mantan Bupati Gianyar Siuman

Balikami.com – Minggu (4 Agustus). Mantan Bupati Gianyar Anak Agung Gede Agung Baratha (61) yang sebelumnya dinyatakan tewas setelah sekitar 4 jam terseret ombak Pantai Sedayu, Kab. Klungkung, siuman saat ditangani di RSUD Sanjiwani.

“Keajaiban terjadi, tiba-tiba bapak dinyatakan bisa bicara, padahal sebelumnya informasi yang kami terima bapak telah meninggal,” ujar Dewa Nyoman Agung, keluarga korban yang juga Sekretaris Puri Gianyar.

Mantan Bupati Gianyar tersebut (Agung Baratha) bersama istrinya, Nanik Wirna, sempat dikabarkan telah tewas. Namun kemudian hanya Nanik Wirna yang jiwanya tak berhasil diselamatkan akibat terlalu lama terseret arus. Menurut Dewa Nyoman Agung, Mantan Bupati Gianyar itu telah terseret arus mulai sekitar pukul 10.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita dan hanya sebuah keajaiban yang menyebabkan lelaki yang kini anggota DPRD Bali itu masih hidup.

Mantan Bupati Gianyar itu ditemukan oleh I Wayan Mustika terdampar di Pantai Selukat, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Kondisinya kala itu sudah dinyatakan meninggal, namun ketika diperiksa di RSUD Sanjiwani tiba-tiba sadar serta bisa berbicara.

Kapolsek Kota Gianyar AKP I Gede Putu Astawa yang sebelumnya menginformasikan bahwa kedua korban meninggal, juga membenarkan bahwa AA Gede Agung Baratha berhasil siuman. Humas RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar I Gusti Yudiarta mengaku jasad Nanik Wirna sudah dititipkan di ruang mayat RSUD Sanjiwani.

“Ibu Nanik Wirna sudah pasti dinyatakan meninggal karena tenggelam, sedangkan sang suami, setelah dicek kondisinya masih hidup. Awalnya kami dengar juga begitu, bahwa beliau sudah meninggal. Tetapi keajaiban menghinggapinya,” ujarnya.

Mantan Bupati Gianyar dan Istri Terseret Arus

Balikami.com – Minggu (5 Agustus) pagi tadi terjadi kejadian yang menghebohkan. Mantan Bupati Gianyar periode 2003-2007 Anak Agung Gede Bharata dan istrinya hilang terseret arus saat menyeberangi muara sungai Pantai Sedayu, Klungkung. Sampai saat ini keduanya belum berhasil ditemukan.

Petugas TIM Basarnas Denpasar ( Krisna ) mengemukakan, “Kita terima info awal dari anggota Polsek Banjarangkan jam 10.20 WITA,” ujarnya. Setelah memperoleh informasi tersebut, patroli tim SAR yang disiagakan ke Pelabuhan Padang Bai segera berbalik arah menuju Pantai Sedayu untuk melakukan pencarian.

Namun, Tim SAR mengalami kesulitan karena kondisi laut yang tidak bersahabat. “Rubber boat kita berkali-kali dihantam ombak yang besar sehingga tidak bisa masuk ke laut,” jelas Krisna. Dari pengakuan sopir korban, Dewa Putu Merta, 42, Anak Agung Gede Bharata beserta istrinya akan melintasi muara sungai Pantai Sedayu, tapi karena arus yang cukup deras, keduanya lalu terseret dan hilang ke tengah laut.

Nyoman Rudana

Nyoman Rudana lahir di Banjar Gelogor, Lod Tunduh, Ubud, Gianyar, Bali pada 17 September 1948 adalah seorang kolektor seni, wirausahawan, dan anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Propinsi Bali untuk periode 2004-2009.

Masa kecilnya dihabiskan di kampung dengan suasana keagamaan serta berkesenian yang kental dari keluarga serta lingkungan sekitar. Rudana juga senang mengunjungi Puri Lukisan, yang merupakan museum lukisan yang terkenal di Bali saat itu dan menghabiskan waktu luangnya selepas sekolah untuk mengunjungi para pelukis di daerah Ubud.

Nyoman Rudana memprakarsai didirikannya Yayasan Seni Rudana untuk mendorong proses regenerasi Bali dalam berkesenian, dimana yayasan ini mensponsori anak – anak serta pemuda di Bali dalam menempuh pendidikan di bidang seni, tari menari serta musik .

Sebagai anggota DPD RI, Nyoman Rudana berkesempatan menjadi salah satu dari perwakilan parlemen Indonesia untuk menghadiri :

* 16th Annual Meeting of APPF (Asia Pasific Parliamentary Forum) tanggal 20 – 24 January 2008 di Auckland, Selandia Baru.

* United Nations Conference on Climate Change (Konvensi Perubahan Iklim PBB) di Nusa Dua, Bali, 3 – 14 Desember 2007

* The 116th Assembly of IPU (Inter Parliamentary Union) Congress di Bali International Convention Center (BICC) – Nusa Dua, Bali, 29 April – 4 Mei 2007.

I Made Mangku Pastika

Biodata

Nama                 : I Made Mangku Pastika

Tempat dan Tanggal Lahir     : (lahir di Kabupaten Buleleng, Bali, 22 Juni 1951;

umur                 : 57 tahun)

adalah Gubernur Bali sekarang. Beliau juga merupakan seorang tokoh kepolisian dan politikus Indonesia.

Putra kedua dari enam bersaudara (lima laki-laki dan satu perempuan).

Perjalanan Hidup

1951         – Pada 22 Juni, beliau dilahirkan di Desa Musi, Kecamatan Penyabangan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia.

1961-1962    – Perjuangan hidup yang penuh tantangan, sudah dilakoni Mangku Pastika sejak duduk di Kelas V, Sekolah Rakyat, (kini Sekolah Dasar). Mencari rumput di sawah, untuk dijual kepada pemilik dokar adalah bagian dari masa lalu.

1972        – Lulus Akademi Kepolisian

1974        – Lulus AKABRI

selanjutnya Perjalanan Hidup

Garuda, kultur kehidupan sosioreligius masyarakat Indonesia

Garuda adalah seekor burung yang sudah tidak asing lagi didengar oleh telinga orang Indonesia dan juga pada Kultur kehidupan sosioreligius masyarakat Bali. Garuda bukan hanya sebagai lambang negara kesatuan Republik Indonesia, juga sebagai wahana Dewa Wisnu. Dalam tataran teologi, garuda dipuja sebagai Dewa Hindu. Dewa ini menjadi inspirasi bagi manusia. Kejayaan dan keperkasaannya menjadikan Garuda dikenal sebagai pahlawan yang dikenal mengharumkan nama keturunan Maharesi Kasyapa.

Mengapa Sang Garuda dipuja sebagai Dewa? yakni Maharesi Kasyapa Beliau memiliki istri sebanyak 14 orang, dan yang paling terkemuka ialah Dewi Winata dan Sang Kadru. Seluruh istri Resi Kasyapa melahirkan putra yang amat sakti dan perkasa. Dewi Aditi salah satu istri Kasyapa memiliki putra yang dikenal dengan 12 Aditya, sedangkan Danu, memiliki putra raksasa semuanya, Diti memiliki putra kembar bernama Hiranyaksa dan Hiranyakasipu, dan Kadru memiliki putra seribu ekor naga, yang terkenal dengan naga Basuki, Taksaka dan naga Anantaboga.
Read more »