Wednesday, Sep. 20, 2017

Fakta Unik Upacara Ngaben di Bali

Written By:

|

September 2, 2017

|

Posted In:

Fakta Unik Upacara Ngaben di Bali

ngaben

Upacara Ngaben di Bali, upacara pembakaran jenazah atau kremasi umat Hindu di Bali. Upacara Ngaben merupakan salah satu ritual yang dilakukan dengan tujuan mengirim jenazah pada kehidupan mendatang. Kata Ngaben sendiri mempunyai pengertian bekal/abu yang semua tujuannya mengarah tentang adanya pelepasan terakhir dalam kehidupan manusia. Dalam kepercayaan Hindu, Upacara Ngaben adalah suatu proses penyucian roh dengan cara dibakar menggunakan api.

Uniknya, upacara Ngaben tidak senantiasa dilakukan dengan waktu yang cepat. Dalam upacara ini terdapat kententuan, dimana bagi warga yang  berkasta tinggi, sangat disarankan untuk melakukan upacara ini dalam waktu 3 hari jika ada anggota keluarga yang meninggal. Tetapi untuk warga yang kastanya rendah, jenazah bisa terlebih dahulu dikuburkan sebelum dilangsungkan upacara ngaben.

ngaben

Selain hal-hal tersebut, ternyata Upacara Ngaben juga memiliki beragam fakta menarik yang wajib diketahui. Apa saja itu? Berikut penjelasannya.

  1. Dalam sekali upacara Ngaben biasanya menghabiskan dana 15 juta s/d 20 juta rupiah. Upacara ini biasanya dilakukan dengan semarak, tidak ada isak tangis, karena di Bali ada suatu keyakinan bahwa kita tidak boleh menangisi orang yang telah meninggal karena itu dapat menghambat perjalanan sang arwah menuju tempatnya.
  2. Pagi hari ketika upacara ini dilaksanakan, keluarga dan sanak saudara serta masyarakat akan berkumpul dan mengadakan acara pemegat yang isinya bersorak-sorai sebagai tanda iklasnya sanak saudara atas meninggalnya layon.
  3. Sebelum perjalanan ke tempat kremasi, mayat akan ditempatkan di “Bade” untuk diusung beramai-ramai ke kuburan tempat upacara Ngaben, diiringi dengan gamelan dan nyanyian suci.
  4. Dalam perjalanan ke kuburan, di setiap pertigaan atau perempatan maka “Bade” akan diputar sebanyak 3 kali, tujuannya untuk mencegah arwah penasaran.
  5. Setelah upacara ini, keluarga dapat tenang mendoakan leluhur dari tempat suci dan pura masing-masing. Inilah yang menyebabkan ikatan keluarga di Bali sangat kuat, karena mereka selalu ingat dan menghormati lelulur dan juga orang tuanya. Terdapat kepercayaan bahwa roh leluhur yang mengalami reinkarnasi akan kembali dalam lingkaran keluarga lagi.

Sumber:

http://wacanabali.blogspot.co.id/2012/09/5-fakta-unik-upacara-ngaben-di-bali.html

http://adhea-putra.blogspot.co.id/2013/07/mengenal-upacara-ngaben-di-bali.html

Share This Article

Related News

Ungkapkan Rasa Syukur Dengan Perang Tipat-Bantal
Indahnya Tegalalang Rice Terrace Ubud Bali
Lima Tokoh Bali Terima Penghargaan “Bali Mandara Parama Nugraha 2017”

About Author

yuni

Leave A Reply

Leave a Reply