Thursday, Apr. 2, 2020

Ida Bagus Oka Wirjana (Blangsinga), Sang Maestro Tari Kebyar Duduk

Written By:

|

September 4, 2017

|

Posted In:

Ida Bagus Oka Wirjana (Blangsinga), Sang Maestro Tari Kebyar Duduk

Ida Bagus Oka Wirjana atau yang lebih dikenal dengan Ida Bagus Oka Blangsinga. Beliau lahir di Banjar Blangsinga, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh pada tahun 1929. Beliau dikenal sebagai sang maestro tari Kebyar Duduk. Tari Kebyar Duduk sendiri diciptakan oleh I Ketutu Mariya (Mario) dari Tabanan.

Ida Bagus Oka Wirjana belajar menari sejak umur 8 tahun, pada saat itu beliau belajar menari baris dari pamannya Ida Bagus Kompiang. Hal ini menjadikan beliau mempunyai bekal kuat untuk meneruskan tarian Balinya.

Ida Bagus Oka Wirjana mulai mempelajari tarian Kebyar Duduk, saat ia masih duduk di Sekolah Rakyat di Tabanan semasa penjajahan Jepang. Beliau mempelajari tari Kebyar Duduk secara otodidak melalui pengamatan langsung sewaktu maestro I Ketutu Mariya menari dan mengajar tari.

Sewaktu mempelajari secara mendalam tarian Kebyar Duduk, Ida Bagus Oka Wirjana kemudian banyak mendapatkan bimbingan dari tokoh-tokoh kesenian di Gianyar seperti Anak Agung Gede (Puri Sukawati), Cokorde Oka (Puri Singapadu), Bapak Geriya dan Bapak Geredek (Singapadu).

Di kancah kesenian Bali dan internasional, Oka Blangsinga paling sohor sebagai penari Kebyar Duduk yang mumpuni. Beliau juga pernah tampil menari di Istana Kepresidenan masa Soekarno dan menjadi duta negara dalam kunjungan di Eropa, Asia, Amerika, dan Jepang.

Di tahun 1954 bersama Made Darmi Rupawati, Gadung Arwati dan Gusti Ayu Manjawati, Oka Blangsinga mewakili Indonesia dalam sebuah festival Tari di Pakistan. Ia juga pernah tampil di Hawaii, Tokyo, Hongkong, Singapura bersama Sekaa Gong Sanur (1962), dan juga ke Swedia (Stockholm) pada tahun 1991.

Perjalanannya sebagai penari juga tak lepas dari kisah heroik. Dalam sebuah wawancaa, oka Blangsinga mengaku pernah menjadi penari Angkatan Perang pada 1950-an. Kala itu ia sempat mengalami situasi terjebak selama empat jam dalam suasana perang dimana peuru bersliweran di atas kepala.

Atas dedikasinya berkesenian, Ida Bagus Oka Wirjana memperoleh sejumlah penghargaan, antar lain dari penglima Daerah Angkatan Kepolisian XVI Nusa Tenggara Barat (1969), sekolah-sekolah di Kota Nara Jepang (1981), Wija-Kesuma dari Bupati Gianyar (1985), Dharma Kusuma Media dari Gubernur Bali (1987), Penghargaan dari Gubernur Sapporo Jepang (1988), Penghargaan dari Dewan Kesenian Pusat Jakarta (1999), Siwa Nataraja dari Institut Seni Indonesia Denpasar (2008).

Pada 3 Februari 2017 lalu, seniman yang menari sejak usia belia ini telah berpulang pada usia 87 tahum. Kesetiaan dan kemampuannya Ida Bagus Oka Wirjana dalam tari Kebyar Duduk tak diragukan lagi. Sampai menjelang akhir hidupnya, ia membimbing anak-anak menari Bali klasik secara gratis. Ia juga menjadi tempat belajar bagi para penari lainnya.

Sumber:

1001indonesia.net
www.baliblogger.org
www.balisaja.com

Share This Article

Related News

Tumpek Kandang dalam Tradisi Hindu
Wisata ESPA Yeh Panes Natural Hot Spring Tabanan
Melihat Burung Kokokan di Desa Petulu, Ubud

About Author

shinta

Leave A Reply

Leave a Reply