Monday, Feb. 26, 2018

Jaja Kaliadrem, Si Manis Pelengkap Sesaji Galungan

Written By:

|

January 22, 2018

|

Posted In:

Jaja Kaliadrem, Si Manis Pelengkap Sesaji Galungan

kaliadrem

Galungan merupakan hari dimana umat Hindu merayakan kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan). Seperti halnya tradisi upacara masyarakat Hindu setiap hari, terutama di Bali, beragam sesaji akan turut serta melengkapi rangkaian upacara ini. Di dalam sesaji akan ada buah-buahan dan juga makanan atau jajanan Bali. Salah satu jajanan Bali yang melengkapi sesaji Galungan adalah Jaja Kaliadrem. Jaja Kaliadrem merupakan jajanan tradisional Bali yang terbuat dari tepung beras, berbentuk segitiga,dan memiliki rasa yang manis.

Kue yang menyerupai donat ini dibuat melalui proses pembuatan yang terbilang masih sangat tradisional karena menggunakan beras yang perlu ditumbuk agar menjadi tepung. Setelah tepung, gula merah, kelapa parut, air, dan garam dicampur menjadi satu kemudia adonan diuleni hingga kalis. Kemudian adonan harus didiamkan selama sekitar 5-8 jam untuk mendapatkan adonan yang mengembang sempurna. Lalu adonan kembali diuleni dan barulah dibentuk segitiga dengan lubang ditengahnya. Bentuk segitiga yang tercipta berasal dari cetakan yang terbuat daun pisang dan tentunya berbentuk segitiga. Cetakan ini disebut ‘Kojong’ bagi masyarakat Bali. Adonan Kaliadrem yang telah dibentuk dan dilubangi kemudian diberi taburan biji wijen diatasnya, setelah itu digoreng sampai matang. Dan donat Bali ini siap disajikan.

kaliadrem

Jaja Kaliadrem cocok dijadikan teman minum teh atau kopi agapahit di pagi maupun sore hari. Rasa manis yang menyatu dengan gurihnya wijen membuat siapapun tergoda untuk menjajalnya. Belum lagi ada sensasi tersendiri yang dihasilkan dari campuran gula merah dan gula pasir yang terkena panas dan terkaramelisasi.

Jaja Kaliadrem tidak hanya ada saat Galungan tiba, kue ini juga banyak dijual pasar tradisional di Bali. Dengan rasa yang unik, jaja Kaliadrem dijual dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu hanya RP.500,- sampai RP.1000,- saja. Kue yang satu ini memiliki banyak sebutan. Ada yang menyebutnya Kue Bolong atau juga Ucur. Setiap daerah di Bali pasti memiliki sebutan yang berbeda untuk jajanan ini. Apapun sebutannya, kue ini harus mempertahankan rasa dan eksistensinya di industri kuliner Bali.

 

Sumber :
cnnindonesia.com
food.detik.com
ipopam.com
membuatkuebasah.com

Share This Article

Related News

Sea Circus: Tempat Nongkrong Yang Instagrammable
Jukut Ares, Kuliner dari Batang Pisang yang Kaya Manfaat
Nikmati Legitnya Jajanan Khas Bali, Batu Bedil

About Author

fifi

Leave A Reply

Leave a Reply