Saturday, Nov. 25, 2017

Lawar Makanan Khas Bali

Written By:

|

August 30, 2017

|

Posted In:

Lawar Makanan Khas Bali

lawar

Lawar merupakan makanan khas Bali yang terbuat dari campuran dari sayur-sayuran atau daging yang dicincang dan di campur dengan bumbu-bumbu Bali dan kelapa yang diparut. Untuk lawar sayuran biasanya terbuat dari kacang buah yang masih muda, pepaya muda dan nangka dan lawar daging terbuat dari daging babi, ayam, dan penyu. Ada 5 jenis lawar yang digunakan untuk sesajen oleh masyarakat Bali yaitu, Lawar tulen, Lawar abang, Lawar penyon, Lawar putih dan Lawar ijo.Lima jenis lawar ini melambangkan empat arah angin yaitu Utara, Selatan,Timur,Barat dan lawar ijo yang berada di tengah. Ada juga lawar yang menurut daging dan bumbunya yaitu lawar tulen, lawar penyon, lawar batu rubuh (lawar padamara), lawar petak dan lawar pepahit.Lawar sendiri memiliki jenis, yaitu:

  1. Lawar celeng marupakan lawar yang terbuat dari daging babi sebagai bahan utamanya
  2. Lawar penyu merupakan lawar yang bahan utamanya terbuat dari daging penyu
  3. Lawar Barak (lawar merah), lawar ini menggunakan campuran dengan darah.
  4. Lawar putih, merupakan lawar yang tidak menggunakan darah biasanya lawar ini digunakan untuk upacara dan lawar ini lebih dominan bahannya dari daging kelapa.

lawar

Makna Lawar di dalam Upacara Agama di Bali
Lawar merupakan olahan berupa daging yang diubah dan diwujud menyerupai makanan kedewataan.Dalam ajaran Hindu menyembelih hewan dan dagingnya di persembahkan di dalam upacara.Untuk dipersembahkan kepada para Dewata maka bentuknyapun harus diubah menjadi wujud kedewataan.

Untuk mengolah lawar biasanya secara turun-temurun sehingga rasa akan beragam. Biasanya lawar dibuat pada saat upacara adat di Bali atau hari-hari penting.Lawar mengandung makna keharmonisan dan keseimbangan, dilihat dari bahan-bahannya yaitu:Parutan kelapa yang merupakan putih yang memiliki simbol Dewa Iswara di Timur, Darah memiliki arti merah simbol dari Dewa Brahma si selatan, Bumbu-bumbu yang berarti kuning yang berarti simbol dari Dewa Mahadewa di barat, sedangkan terasi yang hitam memiliki simbol yang berarti Dewa Wisnu di utara. Dan memiliki sifat-sifat berdasarkan bahan yaitu, rasa manis dari kelapa, asin dari garam, pahit dari buah limo, pedas dari bumbu, amis dari darah, asam dari asam dan bau busuk dari terasi. Lawar juga mengandung filosofi yang cocok untuk seorang pemimpin yang menjadikan rakyatnya paling tinggi di atas perbedaan dalam menciptakan keharmonisan.

 

sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Lawar
http://www.masakandapurku.com/2015/10/resep-membuat-lawar-khas-bali.html
https://www.rappler.com/indonesia/gaya-hidup/171775-lawar-gusti-nyoman-darta-bali-ubud
http://bali.tribunnews.com/2016/08/20/apa-makna-lawar-dalam-upacara-agama
http://smbbali.blogspot.co.id/2012/12/filosofi-lawar-bali.html
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016878884/makna-lawarmakanan-khas-bali-dalam-kehidupan/
https://www.kebalilagi.com/wow-lawar-bali-mengandung-banyak-gizi-bagi-tubuh/

 

Share This Article

Related News

Nikmati Legitnya Jajanan Khas Bali, Batu Bedil
Berburu Kuliner Khas Buleleng Yakni Bubur Mengguh
Tape Ketan, Kuliner Khas Galungan Yang Wajib Dicoba

About Author

milasari

Leave A Reply

Leave a Reply