Saturday, Oct. 20, 2018

“Megoak-Goakan” Permainan Khas Buleleng

Written By:

|

November 21, 2017

|

Posted In:

“Megoak-Goakan” Permainan Khas Buleleng

Megoak-Goakan103

Seiring berkembangannya teknologi membuat orang-orang sibuk dengan gadget yang mereka miliki. Tak hanya orang dewasa yang dipengaruhi bahkan anak-anak juga ikut terjun ke dunia internet. Hanya dengan Internet, permainan mudah diakses, ini penyebab utama permainan tradisional semakin jarang dimainkan dan bahkan dilupakan. Padahal manfaat permainan tradisional banyak mengajarkan pentingnya kerja sama kelompok, mengatur strategi dan membuat anak-anak saling bersosialisasi satu sama lain.

Bali juga memiliki permainana tradisonal yang tak kalah menariknya dengan permainan modern yang ada saat ini. Salah satu permainan tradisional Bali adalah Megoak-Goakan. Permainan tradisonal Megoak-goakan berasal dari desa Pakraman Panji, Kabupaten Buleleng. Megoak-goakan digelar pada saat hari raya Ngembak geni atau sehari setelah Nyepi.

Permainan Megoak-goakan paling sedikit terdiri dari 7 orang atau lebih, dengan cara 6 orang membuat satu barisan sedangkan yang satunya bertugas sebagai Goak. 6 orang yang baris, satu sama lain harus saling memegang pinggang temannya yang berada di depan, selama permainan berjalan, pegangan itu tidak boleh terlepas. Goak bertugas menangkap barisan paling belakang, dan biasanya permainan ini menggunakan waktu, untuk meminimalkan berapa lama Si Goak harus menangkap ekor barisan.

Apabila dalam jangka waktu yang ditentukan misal, 5 menit Si Goak tidak bisa menangkap ekor atau barisan paling belakang, maka Si Goak akan dinyatakan kalah. begitu juga sebaliknya, apabila Si Goak bisa menangkapnya maka kemenangan berpihak pada Si Goak.

Permainan ini lebih seru apabila dimainkan di tempat yang sedikit berair dan berlumpur,  misalnya persawahan atau yang lainnya. Tradisi Megoak-goakan ini tidak hanya berkembang di desa Panji tetapi juga sudah tersebar di berbagai desa, bahkan beberapa bagian dimodifiaksi dengan tidak menghilangkan makan yang terkandung di dalamnya.

 

Sumber :

ibnuasmara.com
keepsoh.com
www.balitoursclub.com

Share This Article

Related News

OMED – OMEDAN
Tari Tenun Melanggambarkan Keseharian Wanita Bali
Tradisi Nyaagang : Wujud Bakti Kepada Roh Leluhur

About Author

shinta

Leave A Reply

Leave a Reply