Wednesday, Sep. 20, 2017

Mekotek, Tradisi Perang Kayu di Bali

Written By:

|

July 12, 2017

|

Posted In:

Mekotek, Tradisi Perang Kayu di Bali

A participant climb a pyramid made of wooden sticks during Mekotek festival in the village of Munggu on the Indonesian resort island of Bali, February 20, 2016. Hundreds of Balinese Hindu participate on Mekotek festival during holy day of Kuningan. The tradition is carried as a symbol of victory and attempts to reject disasters that occurred in Munggu village decades ago.

Mekotek, tradisi unik di Bali yang menggunakan kayu sebagai media perang. Tradisi Mekotek berasal dari Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung. Diambil dari kata ‘tek-tek’ yang artinya bunyi kayu yang sedang beradu. Tradisi ini diadakan untuk memohon keselamatan. Tradisi warisan leluhur ini sempat dihentikan pada masa pemerintahan Belanda tahun 1915, akibatnya wabah penyakit menyebar dan menewaskan 10 orang setiap harinya.

Meskipun sering dikatakan sebagai tradisi perang kayu, namun pelaksanaannya tidak semenakutkan yang dibayangkan. Tradisi Mekotek dilaksanakan setiap 6 bulan sekali dalam kalender hindu atau hari sabtu kliwon kuningan. Dalam pelaksanaannya, peserta membawa kayu dengan panjang 2 – 3.5 meter, menggunakan pakaian adat madya Bali.

Setelah melakukan persembahyangan, peserta akan melakukan pawai ke Sungai di Kampung Munggu. Kayu yang dibawa selanjutnya diadu membentuk kerucut, lalu peserta yang memiliki keberanian, akan diminta naik ke puncak dari kumpulan kayu yang membentuk piramid tersebut. Tradisi Meketek banyak mengundang wisatawan yang tertarik dengan sejarah dan tradisi unik di bali

 

Image from : Bali Go Live

Share This Article

Related News

Ungkapkan Rasa Syukur Dengan Perang Tipat-Bantal
Indahnya Tegalalang Rice Terrace Ubud Bali
Lima Tokoh Bali Terima Penghargaan “Bali Mandara Parama Nugraha 2017”

About Author

redaksi

Leave A Reply

Leave a Reply