Denpasar (BaliKami)
Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Ngurah Wijaya mengeluhkan layanan di bandara. Sebagai pelaku industri pariwisata, ia sering mendapat komplin oleh pihak asing atau tamu yang datang ke Bali . ” Para stakeholder BTB juga banyak mengeluh karena tamu mereka banyak komplin mengenai Persoalan porter serta visa on arrival (VoA) adalah persoalan yang dihadapi bandara. ,” ungkapnya.
Menurutnya, bandara memegang peran penting dalam pembentukan image bagi Bali . “Kita tidak bisa selamanya seperti ini, harus ada terobosan dari pemerintah,”.Disebutkan, antrean di loket VoA sangat krodit dan hal tersebut selalu terjadi. Wisatawan datang ke Bali ingin menikmati keindahan Pulau Bali.
Namun apa yang mereka dapatkan begitu masuk Bali sungguh di luar perkiraan pelayanan yang mereka harapkan tidak sesuai keingginan tamu. “Mereka harus antre berjam-jam hanya untuk mengurus VoA,” katanya.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyoroti sejumlah layanan di Bandara Ngurah Rai, dan telah memvideokan krodit ini dan mengirimkannya kepada Presiden.”Saya sudah memvideokan persoalan yang ada di Bandara Ngurah Rai, mulai dari layanan porter, hingga layanan VoA. Suasana bandara seperti pasar Sukawati,” ujar Mangku, Minggu (14/2) lalu, dalam pertemuan dengan sejumlah pimpinan media.
Suasana krodit yang sering terjadi di bandara dikirim ke sejumlah pihak. Awalnya ada tanggapan dari pemerintah pusat namun setelah seminggu apa yang dilakukan menguap begitu saja.
Pernyataan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik dan Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar saat inspeksi ke bandara ternyata belum terealisasi.
Kedua menteri tersebut segera melakukan perbaikan, namun hasilnya sampai sekarang belum ada. Kekroditan tetap saja terjadi tanpa solusi.
Kasus penggelapan di loket Imigrasi terhadap penerimaan VoA yang terungkap beberapa waktu lalu adalah bukti kacaunya pengawasan di Imigrasi. Bukan itu saja, sejumlah peralatan layanan VoA sebagian juga tidak berfungsi dengan semestinya sehingga mengganggu layanan VoA.
