BUleleng yang merencanakan untuk membangun fasilitas bandar udara internasional yang kedua setelah Bandara internasional Ngurah Rai, berlokasi di wilayah Kabupaten Buleleng, Bali utara, tepatnya di Gerogak, desa Pemuteran.Diadakan pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat Bali membahas mengenai pembangunan Bandara tersebut, dari berbagai pihak dan masyarakat setempat pun menilai, persyaratan pembangunan sebuah bandara internasional itu sangat berat, namun Bali akan tetap mengupayakannya.
Persyaratan tersebut antara lain membutuhkan lahan tidak kurang dari 1.000 hektar, lokasinya tidak lebih dari 60 km dari pusat kegiatan masyarakat.
Dipilihnya Buleleng selain tersedianya lahan yang cukup luas, kehadiran bandara internasional diharapkan mampu menseimbangkan pembangunan antara Bali utara dengan Bali selatan yang selama ini sangat timpang.
Selain itu secara teknis lokasinya tersebut memenuhi syarat pembangunan sebuah bandara bertaraf internasional, ujar Gubernur Pastika.
Ia mengatakan, Kabupaten Buleleng yang memiliki wilayah paling luas dan bekas ibukota provinsi Bali-Nusa Tenggara (Sunda Kecil) diharapkan bisa memenuhi syarat secara teknis untuk pembangunan sebuah bandara bertaraf internasional.
Untuk mendukung pembangunan Bandara di Bali utara itu diharapkan segera bisa melakukan pengkajian dan penelitian awal, guna mengetahui cocok tidaknya lokasi tersebut dijadikan bandara internasional.
Meskipun demikian perluasan Bandara internasional Ngurah Rai, tetap dilakukan sesuai perencanaan, ujar Gubernur Pastika.
Bandara Ngurah Rai Bali setiap tahunnya menerima kedatangan wisatawan mancanegara langsung dari negaranya lebih dari dua juta orang. Penerbangan demestik juga melayani lebih dari dua juta orang setiap tahunnya.
Menurut saya pribadi sebagai orang asli Buleleng…, penempatan lokasi Bandara ini baiknya jangan terlalu jauh dengan hiruk pikuk masyarakat.
Karena seperti yang pernah ada sebelumnya, lapangan terbang di daerah barat, sangat sepi dan hampir kurang begitu bermanfaat penggunaanya…,
Menurut saya, lahan yang baik ada di lokasi Lovina – Labuhan Haji…, karena daerah disana lahan terlihat sangat luas dan cukup memeadai, dengan lokasi yang juga agak menjorok ke arah barat Laut…, sehingga pembangunan kedepan ini nantinya tidak sia-sia.
Karena menurut saya, orang tentu akan sangat malas untuk bepergian jauh…, nah kalau itu dilakukan di daerah gerokgak tentunya akan kurang signifikan.
Menurut tiang sih begitu mungkin ada yang mengomentari…