Monday, Nov. 20, 2017

Sejarah dan Fakta Awalan Nama Orang Bali

Written By:

|

October 20, 2017

|

Posted In:

Sejarah dan Fakta Awalan Nama Orang Bali

Nama orang Bali terbilang unik. Mengapa? Karena orang Bali pada umumnya memiliki nama depan seperti Cokorda, Gusti, Putu, Kadek, Komang, Ketut, dst. Menurut kitab ‘Sastra Kanda Pat Sari’, nama depan orang Bali sejatinya tidak lebih sebagai semacam penanda urutan kelahiran sang anak, dari pertama hingga keempat, adalah sbb:

1. Anak pertama biasanya diberi awalan: Wayan/Putu/Gede (contoh: Putu Budi, Wayan Mahendra, Gede Suardika). Ketiga awalan nama tersebut memiliki arti, dimana kata ‘Wayan’ diambil dar kata ‘wayahan’ yang dalam bahasa Bali berarti ‘yang paling tua’. Lalu awalan ‘Putu’ yang berarti ‘cucu’. Sedangkan awalan ‘Gede’ yang berarti ‘besar/lebih besar’. Tak hanya itu, untuk anak perempuan biasanya akan diberi tambahan kata ‘Luh’, contoh: Ni Luh Putu Santhi, dll.

2. Anak kedua akan diberi awalan: Made, Nengah, Kadek (contoh: Made Sari, Nengah Ratih, Kadek Putra). Tentunya awalan ini juga memiliki nama, diantaranya yaitu ‘Made’ yang diambil dari kata ‘madya'(tengah) sehingga digunakan sebagai awalan nama anak ke-2. Lalu ada ‘Nengah’ yang diambil dari kata ‘tengah’. Ada juga yang menggunakan kata “Kadek” merupakan serapan dari ‘adi’ yang kemudian menjadi ‘dek’ yang bermakna utama, atau adik.

3. Untuk anak ketiga biasanya diberi awlan: Nyoman, Komang (contoh: Nyoman Asih, Komang Tri). Kedua kata awalan tersebut tentunya memiliki makna yang konon diambil dari kata nyeman (lebih tawar) yang mengambil perbandingan kepada lapisan kulit pohon pisang, di mana ada bagian yang selapis sebelum kulit terluar yang rasanya cukup tawar. Nyoman ini konon berasal dari serapan ‘anom + an’ yang bermakna muda. Kemudian dalam perkembangan menjadi komang yang secara etimologis berasal dari kata uman yang bermakna ‘sisa’ atau ‘akhir’.

4. Yang terakhir (keempat) akan diberi awalan: Ketut (contoh: Ketut Ariani). ‘Ketut’ merupakan serapan dari ‘ke + tuut’ – ‘ngetut’ yang bermakna mengikuti/mengekor. Ada sedikit kekhawatiran di benak masyarakat Bali karena program KB yang dianjurkan pemerintah, maka akan sedikit orang Bali yang akan menyandang titel ‘Ketut’.

Terdapat aturan pada penggunaan awalan nama di Bali. Bila keluarga berancana gagal, dan sebuah keluarga memiliki lebih dari empat anak? Di sini ada 2 alternatif yang bisa dipakai orang tua untuk memberi nama depan pada anak kelima, keenam, dan seterusnya: nama depan untuk anak kelima dan seterusnya mengulang kembali nama-nama depan sebelumnya sesuai urutannya.

Lalu, untuk membedakan jenis kelamin, orang Bali mengawali setiap nama dengan menambahkan satu kata, diantaranya:

– Awalan ‘I’ untuk anak laki-laki
– Awalan ‘Ni’ untuk anak perempuan

(contoh nama laki-laki Bali: I Putu Sudiarta, sedangkan yang perempuan: Ni Luh Putu Rianti)

 

referensi artikel:
http://bulusnade.blogspot.co.id/2014/08/nama-orang-bali-ini-merupakan-salah
http://cakepane.blogspot.co.id/2012/07/nama-orang-bali
http://wiracaritabali.blogspot.co.id/2014/09/asal-usul-nama-orang-bali-wayan-made

Share This Article

Related News

Tradisi Nyaagang : Wujud Bakti Kepada Roh Leluhur
Tradisi Mesuryak, Satu Dari Seribu Tradisi Unik di Bali
Makna Dibalik Sarana Upacara Hari Raya Kuningan

About Author

yuni

Leave A Reply

Leave a Reply