Wednesday, Sep. 20, 2017

Seorang Bidan Asal Bali Sukses Jadi Developer Android

Written By:

|

September 8, 2017

|

Posted In:

Seorang Bidan Asal Bali Sukses Jadi Developer Android

Putu Sudewi Arsini

Di dunia teknologi informasi dan komunikasi (TIK), perbandingan antara laki-laki dan perempan masih menyisakan jarak yang lebar. Terbukti, saat ini profesi di bidang TIK terutama untuk coding dan programming masih didominasi laki-laki.

Selain itu, walaupun perempuan di Indonesia sudah terhubung ke internet dengan baik, mereka tidak menggunakan potensi internet secara maksimal. Terungkap bahwa, 47 persen perempuan tidak menggunakan teknologi untuk bisnisnya, dalam arti penggunaannya masih terbatas. Kemudian 32 persen lainnya tak tahu bagaiman cara untuk menemukan apa yang mereka inginkan di internet, dengan kata lain pengetahuannya masih terbatas, demikaian menurut IFC & USAID Report 2016.

Hal-hal tersebutlah yang mendorong bidan asal Bali, Putu Sudewi Arsini, memilih belajar untuk menjadi developer android. Hal ini ditekuninya agar ia dan rekan-rekan bidannya dapat mempermudah perempuan di sekitar Bali, khususnya ibu hamil dan menyusui, agar mendapatkan akses layanan home care kebidanan lebih mudah.

Bidan muda yang akrab dipanggil Dewi tersebut mengikuti program Indonesia Android Kejara level beginner bacth beberapa waktu lalu. Dijelaskan oleh Jason Tedjasukmana, Head of Corporate Communication Google Indonesia, Indonesia Android Kejar (Kelompok Belajar) merupakan sebuah program inisiasi Google Developers untuk mendukung seluruh masyarakat Indonesia di bidang pengembang aplikasi Android.

Pada praktiknya, program ini memanfaatkan platform kursus online Udacity untuk mengembangkan aplikasi seluler dengan membentuk kelompok-kelompok belajar di komonitas-komunitas lokal yang ada. Indonesia Android Kejar secara berkelanjutan akan terus dilangsungkan sebagai bentuk nyata komitmen Google.

Indonesia Android Kejar secara berkelanjutan akan terus dilangsungkan sebagai bentuk nyata komitmen Google dalam membantu pemerintah Indonesia mempersiapkan 100,000 developer sluler hingga tahun 2020. Lulus dari program IAK setelah berhasil membuat sebuah aplikasi android, perempuan kelahiran Denpasar, 9 Agustus 1990 ini bersama temannya membuat sebuah platform online Amcall (app.amacall.us) yang berfokus pada pelayan jasa bidan ke rumah pelanggan.

Dewi sama sekali tak memiliki latar belakangan di bidang Teknologi Informasi (TI). Namun kini, ia menjadi Hustler dalam mengembangkan Amacall bersama kedua orang temannya yang cukup berbekal latar belakang TI. Teriring rencana Dewi ke depan untuk dapat merekrut bidan beserta sumber daya lainnya hingga mencapai 20 orang pada saat Soft Opening Amacall yang akan diselenggarakan pada bulan September ini.

Sumber :

bali.tribunnews.com
tekno.liputan6.com
bali.uri.co.id

Share This Article

Related News

Ni Ketut Arini, Kesetiaan terhadap Tarian Bali
Livi Zheng Promosikan Gamelan Bali di Amerika Serikat lewat Film Laga Terbarunya
Musisi Bali, Agus Teja Sentosa, S.Sn

About Author

shinta

Leave A Reply

Leave a Reply