Amrozy cs sebagai dalang Bom Bali I sudah terbukti di depan meja hijau dan vonis hukum mati yang dijatuhkan kepada mereka pun sudah memiliki kekuatan hukum yang tetap. Hingga kini mereka tinggal menunggu detik – detik pelaksanaan hukuman mati yang tak henti menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat.
Masyarakat yang mendukung ditegakkannya hukum dengan pelaksanaan hukuman mati nampaknya masih sabar menanti pelaksanaan eksekusi ditengah hingar bingarnya pemberitaan media yang seolah mengangkat berita ini menjadi sebuah tayangan yang eksklusif, disisi lain masyarakat yang menolak dilaksanakannya hukuman mati pun tak henti – hentinya mengupayakan berbagai usaha agar pelaksanaan hukuman mati dibatalkan.
Upaya Peninjauan Kembali (PK) dari Tim Pembela Muslim hingga 3 kali yang menemui jalan buntu, upaya Judicial Review atas tata cara pelaksanaan hukuman mati pun gagal. Tidak seperti sebelumnya, kini masyarakat mulai berani terang-terangan memberikan dukungan kepada Amrozy cs, bahkan organisasi berbasis Islam pun mulai banyak secara resmi meminta penolakan pelaksanaan hukuman mati.
Masyarakat pun semakin dibuat panik serta ketakutan, isu balas dendam via sms menyebar begitu cepat, bahkan sebuah situs web yang terang-terangan memajang sebuah surat yang konon diragukan keasliannya berisikan ancaman pembalasan disertai ancaman pembunuhan kepada SBY & JK dan beberapa pejabat lainnya.
Upaya menggiring opini publik pun dilakukan segelintir orang dengan mempublikasikan sebuah analisa Teori Konspirasi dibalik tragedi Bom Bali I di sebuah media forum berbasis internet di tanah air. Teori konspirasi yang konon banyak mengambil sumber dari tulisan tulisan seorang jurnalis yang beranama Joe Vialis tentunya belum teruji tingkat kebenarannya karena belum menyertakan analisa resmi dari pakar – pakar terkait di bidangnya akan kami paparkan berikut ini.
Bom Bali I, sebuah konspirasi tingkat tinggi ?
12 Oktober 2002
Kurang lebih pukul 11.30 malam, hari Sabtu tgl 12 Oktober 2002, saat seseorang entah dimana menekan tombol yang lalu mengirim sinyal radio ke antena bawah tanah yang terdapat didalam pipa saluran air hujan dekat Sari Club, Bali. Dan sepersekian juta detik kemudian, bola api mengerikan terbentuk di jalan. Bola api itu berbentuk lingakaran yang berkilauan, mungkin dibuat dari 99.78% Plutonium 239 yang diproduksi oleh fasilitas nuklir Dimona di gurun Negev, Israel Selatan (Joe Vialls)
Beberapa detik berlalu dan monster mengerikan ini melanjutkan aksinya ke jalanan, menguapkan semua orang yang berdiri dalam jarak 30 kaki dan menggerus sekurangnya 2 ton serpihan aspal mematikan di sepanjang jalanan Kuta Bali. Tiap orang yang berdiri di jalur ledakan menderita luka bakar serius akibat emisi panas.
Tidak lama kemudian, sang monster mengirim energi gelombang panas yang luar biasa dan segera menghanguskan sekurangnya 27 bangunan di area yang berdekatan, membakar area parkir yang berjarak 2 blok dari titik ledakan, dan kelak diketahui tidak ada alat Geiger manapun yang mendeteksi adanya radiasi.
Kebiadaban ini nampaknya sebagai “hukuman” terhadap warga Australia dan warga Yahudi-Nasrani yang bertentangan dgn Islam. Diantara korban, orang Australia paling banyak, yang sebenarnya bersikap arif dalam menentang PM mereka, budaknya George W. Bush dan Ariel Sharon dalam kebijakan kejinya terhadap Timur Tengah.
Politisi dan ahli akademis cepat-cepat berebut berbicara depan kamera televisi dengan penjelasan yang kurang bisa dipahami, bagaimana dan mengapa pengeboman terjadi di tempat pertama, dan mengapa lusinan korban dengan badan masih utuh jadi lenyap tanpa jejak. Masalah besar berikutya bagi politisi dan ahli adalah kawah besar di jalanan di luar Sari Club, kawah dengan kedalaman 5 kaki dan diameter 22 kaki.
Kawah itu memberi bukti bahwa senjata diledakkan dari bawah tanah. Satu-2 nya jawaban kenapa bahan peledak dapat menciptakan kawah jika bila bahan peledak dijatuhkan dari pesawat dan melakukan penetrasi ke dalam tanah, atau bila bom itu secara fisik diletakkan di bawah tanah. Para politisi dan ahli sendiri nampaknya punya masalah dengan pemikiran mereka tentang kawah.
Media massa juga ikut membantu dengan tidak menayangkannya di televisi atau koran-2, dan “pencucian otak” publik segera membuat orang melupakan kawah tersebut. Kemungkinan mengapa masyarakat tidak percaya juga disebabkan karena petasan buatan China dalam jumlah besar, suatu awal penyajian disinformasi yang cukup serius.
13 Oktober 2002
Kurang dari 24 jam setelah ledakan, media massa mengklaim bahwa penyidik di TKP “telah menemukan jejak C4. Ini adalah kebohongan, meski demikian berita tersebut cukup “menghancurkan”, sebab tiap orang yang punya televisi dan film-film Sylvester Stallone atau Bruce Willis menyadari betapa dahsyatnya C4 itu.
Stallone mengahantam musuh-2 nya di depan mata pakai itu, dan Willis menggunakannya untuk menghancurkan pembajak pesawat. Dalam tiap tontonan tv ledakan diiringi dengan bola api raksasa yang dibuat untuk menggambarkan bahwa “neraka depan mata”, memberi kesan C4 adalah bom paling kuat di muka bumi.
Composition (C) 4 adalah komponen stabil dan lemah dari 91% RDX dan 9% non-explosive Polyisobutylene plasticiser. Sebenarnya C4 hanya 1.2 kali lebih kuat dari TNT. Bom plastik ini punya reputasi terutama karena penggunaannya yang fleksibel. Anda dapat meletakkannya sesuka anda, dan melekatkannya dimanapun kalian mau walau dalam air sekalipun.
pesan dari penulis teori diatas
Saya menulis ini bukan bermaksud untuk, mengumbar bualan “teori konspirasi, apalagi memancing SARA. Saya bersikap NETRAL disini dan saya menulis trit ini hanya untuk menyajikan suatu analisa yang saya sadur dari berbagai laporan jurnalistik Asing. Tapi apapun yang terjadi, yang berlalu biarlah berlalu, mungkin hukuman mati sudah menjadi suratan nasib bagi Amrozy dkk. 
Kalo ada yang salah dalam tulisan saya, saya mohon maaf., dan CMIIW
sumber asli click disini
bersambung ke bagian 2