Date : Fri 05.10.2012
Place: Akasaka Music Club
Starts 22:00 to 01:00
AKASAKA BALI. Jl. Teuku Umar, Simpang Enam, Denpasar, Bali. Telp.(62-361) 238551.
Email : akasakabali@yahoo.com.
Tag: bali
Akasaka Bali – Syahrini Live in Concert
Empat Teroris Bom Bali II Dapat Remisi

BALIKAMI.COM – Lembaga Pemasyarakatan lapas lowokwaru, malang, jawa timur, empat napi teroris bom bali II mendapat remisi yaitu terpidana Cholily Alias Yahya Antoni, dan tiga terpidana kasus Bom Makassar yakni, Mashut bin Abdul Latif, Usman Nur Afan dan Muhammad Agus.Muhammad Cholily ditangkap dan dijebloskan ke Lapas Kelas I Lowokwaru Malang terkait jaringan teroris dr Azhari. Pemuda warga Jalan Jodipan gang I itu adalah kurir dr AzhariDari ke empat napi teroris tersebut mendapatkan remisi antara 1 hingga 6 bulan.
Kepala Lapas Kelas IA Lowokwaru Malang Djoko Wibowo Haryono, menjelaskan Bahwa Remisi ini untuk Agustus dan lebaran. Jadi, namanya juga remisi ganda.
Adapun syarat untuk mendapatkan remisi jelasnya Djoko, berdasarkan pada penilaian penghuni selama menjalani hukuman dalam kurun waktu satu tahun. Sikap baik akan menjadi nilai untuk pertimbangan mendapatkan remisi. Jadi, yang mendapatkan remisi itu sikap prilakunya sudah terlihat baik.
Setelah Lulus SMA Langsung sebar undangan Nikah

TABANAN – lulus dari sekolah merupakan pengalaman yang berharga dan meninggalkan kesan tersendiri, mulai dari konvoi sampai corat-coret seragam hingga pesta, konvoi keliling kota, dan tak terlupakan dan menjadi kenangan
Namun tidak bagi siswi SMA 1 Kerambitan, Tabanan ini langsung menyebar undangan pernikahannya usai dinyatakan lulus, Ni Putu Vera Wahyu Pramita 18.
Namun perayaan kelulusan tersebut mungkin bukan pengalaman paling berkesan bagi Ni Putu Vera Wahyu Pramita, 18, seorang siswi di Tabanan, Bali. Pasalnya Vera memiliki sebuah rencana besar dalam hidupnya pasca kelulusan ini, yakni Menikah.
Siswi kelas III IPS SMA 1 Kerambitan ini tak bisa menyembunyikan kegembiraanya usai mengetahui dirinya lulus dan langsung membagikan kartu undangan pernikahan kepada teman-teman sekolahnya.
Kata ucapan selamat atas kelulusan plus selamat menempuh hidup baru pun langsung meluncur dari teman-teman gadis sawo matang ini. “Ya, makasi ya, nanti ingat datang,” sahut Vera kepada temannya.
Saat menengok kartu undangan yang dibagikan, Vera akan menikahi seorang pria bernama I Gede Darmawan pada tanggal 24 Mei 2011, yang hanya tinggal seminggu lagi.
“Baru satu setengah tahun pacaran, dia kerja di Villa,” beber gadis asal desa Pejaten kecamatan Kediri itu, Selasa (17/5/2011).
Vera mengaku keputusannya untuk menikah ini bukan karena kecelakaan atau hamil diluar nikah melainkan saran dari orang tua.“Saya nggak hamil kok, ini orang tua saya yang suruh,” tegasnya.
Vera menuruti permintaan orangtuanya untuk menikah dini karena takut dikhianati dan ditinggal pria yang sangat dicintainya. “Soalnya dari saya kan cewek, nanti takut pas sudah pacaran lama terus ditinggal sama yang laki,” ucap Vera.
Tapi menikah bukan akhir dari cita-citanya untuk menjadi seorang guru karena putri pertama pasangan I Putu Eka Susila dan Ni Ketut Darmiti ini akan tetap meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Nanti habis nikah, saya mau sekolah di IKIP, saya mau jadi guru,” jelas Vera. “Kalau sekolah di IKIP kan boleh status menikah,” imbuhnya.
Vera termasuk beruntung karena masih memiliki orang tua dan calon suami yang mendukung keinginannya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sumber : kompas .com
SMA Di Bali Yang tak lulus UN 0,04%

Bali menempati pertama dari tingkat kelulusan dari 2.490 siswa hanya sepuluh siswa yang tidak lulus.
Bali hanya sepuluh siswa yang tidak lulus UN atau 0,04 persen dari jumlah peserta di provinsi tersebut,” ujar Menteri Pendidikan Nasional, M Nuh, dalam jumpa press di kantornya, Jl Jendral Sudirman, Jakarta, Jumat (13/5/2011).
Sedangkan provinsi dengan presentase ketidaklulusan UN tertinggi adalah Nusa Tenggara Timur, yakni dari 32.532 peserta, 1.813 siswa dinyatakan tidak lulus.
Untuk rata-rata Nilai UN pun, Bali menduduki peringkat pertama nasional dengan rata-rata nilai 8,40. NTT pun menjadi menempati posisi juru kunci dalam peringkat rerata nilai UN, yakni dengan rerata nilai 6,87.
“Ini Bali dan NTT cuma beda satu pulau tapi hasil UN-nya beda sekali,” kata Nuh.
Hasil UN ini, dikatakan Nuh, tidak hanya akan menjadi dasar kelulusan siswa, tetapi juga untuk memetakan pendidikan nasional. Pemetaan tersebut akan menjadi dasar kebijakan Kemendiknas.
“Tentu tiap daerah berbeda kebijakannya. NTT tentu akan beda dengan Papua. NTT APBD-nya saja sangat kecil sementara Papua ada dana Otsus (Otonomi Khusus-red),” kata Nuh.
Hasil UN ini kini tengah dikirim ke sekolah masing-masing. Selain nilai UN, sekolah juga akan mempertimbangkan kepribadian siswa dan nilai muatan lokal untuk menentukan lulus tidaknya anak didik mereka. Rencananya, pengumuman UN untuk SMA akan dilakukan serentak pada 16 Mei mendatang.
http://www.detiknews.com



