Tag Archives: bom bali

Waspadai teroris masuk Bali

Pasca peledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Jakarta, membuat aparat keamanan kembali mengetatkan penjagaan keamanan terlebih lagi buat Bali sebagai salah satu tujuan wisata utama dunia. Semua pihak tentu tak berharap teroris mengahncurkan Bali untuk kali ketiga.

Disisi lain Kapolda Bali berserta jajaran terkait telah mengeluarkan pernyataan bahwa Polri beserta jajaran terkait siap mengamankan Bali. Namun tugas berat ini sudah barang tentu harus mendapat dukungan dari masyarakat Bali.

Peran serta masyarakat dalam melaporkan sesuatu yang mencurigakan di lingkungan sekitar sudah barang tentu dapat meringankan tugas – tugas Kepolisian. Namun tak dipungkiri ada beberapa lapisan masyarakat Bali yang terkadang masih merasa takut untuk melaporkan sesuatu kepada pihak yang berwajib, hingga terkesan masyarakat Bali bersikap acuh.

Mungkin yang terjadi sebenarnya bukanlah sikap yang acuh namun lebih kepada rasa takut dan atau mungkin keengganan berurusan dengan pihak yang berwajib yang umumnya terkesan berbelit – belit. Sudah barang tentu sikap – sikap seperti ini dapat dijadikan peluang bagi para teroris berkeliaran bebas di Bali.

Di era teknologi yang sudah maju seperti saat ini, hal – hal yang menghambat pelaporan dini sesuatu yang mencurigakan dapat disikapi dengan bijak, seperti misalnya fitur layanan pelaporan via internet yang terdapat di website resmi Polda Bali yang bisa diakses disini.

BaliKami.com pun menyediakan fitur Bale Bengong yang dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat Bali untuk melaporkan sesuatu yang mencurigakan di lingkungan masing – masing. Sudah barang tentu laporan yang diharapkan adalah laporan yang bukan fitnah serta bertanggung jawab.

BaliKami.com akan berusaha menyampaikan semua laporan dari masyarakat Bali kepada pihak yang berwajib.

Pemerintah akhirnya lacak penyebar ancaman Amrozy cs

Seperti yang diberitakan BaliKami.Com beberapa waktu yang lalu, Surat Ancaman Amrozy Cs dalam tiga bahasa beredar di Internet. Surat yang belum bisa dipastikan kebenarannya ini berisikan ancaman pembunuhan kepada SBY JK serta beberapa nama serta instansi yang terkait dengan pelaksanaan eksekusi mati Amrozy Cs.

Nampaknya pemerintah merasa gerah juga dengan adanya surat ancaman yang diduga diedarkan oleh situs www.foznawarabbilkakbah.com, POLRI saat ini sedang melacak pembuat situs yang memuat surat ancaman tersebut. Hal ini disampaikan Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Susno Duaji beberapa saat yang lalu.

Keseriusan pemerintah melacak pembuat situs penyebar surat ancaman itu tampaknya membuat gentar si pembuat situs, hingga saat ini situs tersebut tidak bisa diakses seperti semula.

Menurut penelusuran tim BaliKami.com, nampaknya situs web ini diperkirakan dititipkan pada perusahaan jasa hosting www.softcom.com yang berlokasi di Canada, sedangkan pelacakan pemilik domain tidak bisa dilakukan karena identitas pemilik domain dirahasiakan.

Jelang eksekusi, surat amrozy cs beredar di internet

Detik – detik menjelang pelaksanaan eksekusi mati ketiga terpidana mati Bom Bali I, masyarakat semakin dibuat resah dengan beredarnya berbagai isu di berbagai media. Setelah adanya isu via sms, isu balas dendam, kini isu surat amrozy cs beredar di internet.

Surat yang mengatasnamakan ketiga terpidana mati tersebut beredar di sebuah situs internet dalama tiga bahasa. Surat yang konon dibuat pada tanggal 5 Agustus 2008 yang lalu mulai marak di internet semenjak beberapa hari yang lalu.

Informasi yang berasal dari seseorang krama media Bale Bengong diterima BaliKami.com pada sabtu (01/11/2008).  Setelah dilakukan penulusuran pada website yang dimaksud, ditemukan tiga buah surat dalam tiga bahasa yang berisikan surat pernyataan dari ketiga terpidana mati Bom Bali I terkait dengan rencana eksekusi mati.

Surat yang belum jelas berasal dari ketiga terpidana mati tersebut isinya cenderung bernada provokasi untuk melakukan balas dendam terkait pelaksanaan eksekusi mati terpidana mati Bom Bali I. Balas dendam  yang dimaksudkan kepada beberapa nama yang disebut – sebut terlibat kasus ini termasuk SBY & J.Kalla serta beberapa agama lain di Indonesia.