Tag Archives: gubernur bali

Praktik travel agent liar kian Resahkan Bali

balikami

Bali – meminta Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali turut membantu mengatasi praktik “jual beli kepala” wisatawan asal China. Praktik ini biasanya dilakukan oleh travel and guide liar yang tentu sangat merusak citra pariwisata Bali.

Praktik jual beli “kepala wisatawan” asal China oleh travel agent liar kian meresahkan dunia pariwisata Bali. Jual beli kepala ini bukan dalam artian sesungguhnya, melainkan praktik penawaran paket wisata murah travel agent di China. Setibanya di Bali, wisatawan asal China tersebut dioper kepada travel agent dan guide nakal yang memperlakukan mereka seenaknya.

“Keberadaan mereka, para guide dan tour, yang melakukan praktik jual beli kepala sangat meresahkan dan merusak citra pariwisata Bali sehingga harus ditindak tegas,” ujar Gubernur Bali Made Mangku Pastika seusai membuka Pengukuhan Pengurus Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) periode 2011-2015 di Gianyar, Bali, Jumat (6/5/2011).

Akibat praktik jual beli kepala ini, para wisatawan sangat dirugikan karena mereka tidak mendapatkan fasilitas yang layak. “Bahkan, ada wisatawan yang sampai ditinggalkan di jalan, guide-guide ini hanya mengejar fee. Kalau begini terus, pariwisata Bali bisa rusak,” keluh Pastika prihatin.

Biasanya, modus praktik jual beli kepala di Bali ini, travel agent menyerahkan sepenuhnya wisatawan kepada guide tanpa diberi modal sepeser pun. Kemudian, untuk “menghidupi” wisatawan ini selama di Bali, mereka mencari komisi dari art shop-art shop. Tak jarang terjadi pemaksaan kepada wisatawan untuk berbelanja di art shop tujuan guide.

Gubernur Bali juga meminta GIPI untuk turut membantu menertibkan praktik jual kepala ini. “Saya minta GIPI membantu mengatasi praktik licik yang telah mengomersialisasi dengan jual beli kepala kepada wisatawan China,” ujar Pastika.

Gubernur juga akan bekerja sama dengan pihak imigrasi, dengan menindak tegas travel agent yang tidak memiliki izin usaha perjalanan wisata.

Sumber: kompas.com

BPK RI menggelar pertemuan di Bali

Denpasar (BaliKami)

(BPK) Badan Pemeriksa Keuangan RI menggelar pertemuan dengan pemerintah daerah se-wilayah Bali Senin (22/2) kemarin, menghadiri juga pemerintah NTT, NTB dan Maluku di Grand Bali Beach (GBB) Sanur. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendorong efektivitas penyelesaian sebagai sikap tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan profesional pada transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah.

Gubernur Bali dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Bali Drs. AA Ngurah Puspayoga menyambut baik prakarsa yang diambil BPK RI . Pertemuan semacam ini bisa dimanfaatkan untuk menggalang komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan BPK.sebuah fungsi pengawasan dapat dikatakan efektif jika publikasi hasil pengawasan mampu mengurangi kesenjangan informasi antara pemerintah sebagai manajemen dan rakyat sebagai pemegang kedaulatan.

Pertemuan ini diharapkan membuka ruang diskusi dan saling bertukar pendapat dan menyamakan persepsi terkait upaya penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK.

Akuntabel yang dimaksud dalam penerapan performance budgeting serta kewajiban untuk menyusun laporan keuangan dan kinerja secara bertanggung jawab, sehingga tidak terjebak dalam persoalan temuan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan yang rumit.

Gubernur pun mengutarakan beberapa kendala yang dihadapi pemerintah daerah dalam menindaklanjuti hasil rekomendasi BPK.

Di antaranya tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK yang tidak terpublikasikan secara lengkap, masih terjadinya generalisasi temuan pemeriksaan dan rekomendasi pemeriksaan yang sering multitafsir.*eca*

Solusi Kemacetan terparah di kawasan simpang siur atau patung Dewa Ruci

Denpasar (BaliKami)
Baru-baru ini tengah dibahas secara detail di DPRD Bali, Jalan di sepanjang Sanur sampai Nusa Dua (Bali Selatan) selalu terjadi kemacetan. Terutama pada prapat jalan seperti Simpang-siur (Dewa Ruci), Simpang Bandara Ngurah Rai, Simpang Kampus Unud Jimbaran dan Nusa Dua.Pemerintah Bali telah membahas secara serius karena Kawasan tersebut merupakan kawasan lintas, Kawasan ini merupakan jalur utama pariwisata di Bali.

Untuk menangani permasalahan lalu lintas telah dikaji yakni jalan layang dan subway yang saat ini tenggah mendapat solusi. Paling tidak dampak negatif dan positif perlu dipertimbangkan juga. Ide tersebut sangat baik, dan Ikrar Bali sangat setuju. Hanya, masih memiliki catatan penyempurnaan kembali. Paling tidak harus dipikirkan penanganan kemacetan lalu litas secara holistik, bukan sepenggal-sepenggal sehingga kemacetan akan terjadi pada titik terusannya. Ide pembuatan jalan layang dan subway memang mampu menangani kesemrawutan lalu lintas, tetapi belum secara holistik/keseluruhan. Ide kreatif dari Ikatan Kekerabatan Arsitek (Ikrar) Bali menggemukakan solusi terhadap kemacetan lalu lintas dengan membuat jalan melingkar di sepanjang teluk Benoa. Masuk dari Serangan atau Benoa menyisir sepanjang pantai menuju Tanjung Benoa. Jalan melingkar dibuat ditengah hutan bakau, sehingga tidak akan mengganggu pertumbuhan pohon bakau, justru akan terlindungi dari serobotan perluasan lahan (oknum).

Ide-ide yang dikemukakan oleh semua pihak masih dirangkum dalam sebuah catatan penyempurnaan kembali. Paling tidak harus dipikirkan penanganan kemacetan lalu litas secara holistik, bukan sepenggal-sepenggal sehingga kemacetan akan terjadi pada titik terusannya.Rencananya, Pemprov Bali akan membangun jalan layang sepanjang dua km dengan
ketinggian 5,1 meter di kawasan patung Dewa Ruci. Pembangunan jalan ini diperkirakan menelan biaya Rp 300 miliar dari anggaran total Rp 500 miliar Pembangunannya direncanakan mulai 2011.

RAKERNAS IKADIN “Proporsionalitas Penegak Hukum”

Rapat Kerja Nasional Ikatan Advokat Indonesia (RAKERNAS IKADIN) tahun 2010 yang berlangsung pada tanggal 22-23 januari 2009 bertempat di Rama Shinta Room – Inna Grand Bali Beach-Sanur-Bali diikuti sekitar 400 cabang Ikadin di seluruh Indonesia, dan juga dihadiri oleh Gubernur Bali I Made Mangku Pastika Pada pembukaan Rakernas Ikatan Advokasi Indonesia (Ikadin) itu, ia mengatakan, adanya isu praktik makelar kasus (markus) harus ditepis oleh advokat melalui bukti nyata profesionalitas advokat.

“Isu miring tersebut harus mampu diklarifikasi dengan bukti nyata profesionalitas,” kata Gubernur Bali. Mangku Pastika juga mengharapkan, Ikadin dalam merekrut anggota baru selalu memperhatikan unsur moral, agar benar-benar memiliki anggota yang profesional dan bermoral dalam penegakan hukum.

Ketua Panitia Daerah, Rakernas Ikadin I Made Suardana,SH mengatakan, saat ini pengadilan telah berubah fungsi menjadi tempat pembantaian keadilan.

Hal itu terjadi karena masyarakat yang mencari keadilan sampai saat ini belum mendapat keadilan sesuai aturan hukum yang berlaku. Karena itu pula Rakernas kali ini yang dirangkaikan dengan seminar untuk mencari solusi bagi penyelesaian kasus-kasus hukum yang seadil-adilnya.

“Kami mengharapkan mudah-mudahan seminar itu menghasilkan masukan bagi pengembangan ilmu hukum ke depan,” kata Suardana, yang juga Ketua DPC Ikadin Denpasar.

Sementara Ketua Umum DPP Ikadin, Dr. Otto Hasibuan, SH dalam sambutannya mengatakan, advokat kini mendapat sorotan tajam dari masyarakat, karena banyak kasus-kasus hukum yang tidak ditangani dengan baik.

“Akibatnya, masyarakat tidak mendapat keadilan sesuai harapannya. Ini tidak boleh kita diamkan begitu lama,” katanya.

Otto mengakui, dewasa ini, hukum Indonesia masih mencari bentuk ideal karena itu tidak jarang ditemukan kasus yang dengan sengaja melanggar aturan hukum

“Ada yang mengatakan tegakkan hukum bila perlu dengan melanggar hukum itu sendiri. Sebagian lagi menganjurkan agar tegakkan hukum secara progresif,” ungkap Otto.

Melihat fenomena ini, Otto mengatakan, advokat ditantang agar situasi yang sedemikian rupa ini tidak merusak sendi-sendi hukum. Di masyarakat berkembang anekdot yang sungguh miris.

“Jika anda mencari ketidakadilan, maka carilah di pengadilan. Ini sebuah sindiran yang harus kita tepis dengan kerja advokat secara profesional,” kata Otto mengingatkan.

I Made Mangku Pastika

Biodata

Nama                 : I Made Mangku Pastika

Tempat dan Tanggal Lahir     : (lahir di Kabupaten Buleleng, Bali, 22 Juni 1951;

umur                 : 57 tahun)

adalah Gubernur Bali sekarang. Beliau juga merupakan seorang tokoh kepolisian dan politikus Indonesia.

Putra kedua dari enam bersaudara (lima laki-laki dan satu perempuan).

Perjalanan Hidup

1951         – Pada 22 Juni, beliau dilahirkan di Desa Musi, Kecamatan Penyabangan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia.

1961-1962    – Perjuangan hidup yang penuh tantangan, sudah dilakoni Mangku Pastika sejak duduk di Kelas V, Sekolah Rakyat, (kini Sekolah Dasar). Mencari rumput di sawah, untuk dijual kepada pemilik dokar adalah bagian dari masa lalu.

1972        – Lulus Akademi Kepolisian

1974        – Lulus AKABRI

selanjutnya Perjalanan Hidup