Denpasar (BaliKami)
Baru-baru ini tengah dibahas secara detail di DPRD Bali, Jalan di sepanjang Sanur sampai Nusa Dua (Bali Selatan) selalu terjadi kemacetan. Terutama pada prapat jalan seperti Simpang-siur (Dewa Ruci), Simpang Bandara Ngurah Rai, Simpang Kampus Unud Jimbaran dan Nusa Dua.Pemerintah Bali telah membahas secara serius karena Kawasan tersebut merupakan kawasan lintas, Kawasan ini merupakan jalur utama pariwisata di Bali.
Untuk menangani permasalahan lalu lintas telah dikaji yakni jalan layang dan subway yang saat ini tenggah mendapat solusi. Paling tidak dampak negatif dan positif perlu dipertimbangkan juga. Ide tersebut sangat baik, dan Ikrar Bali sangat setuju. Hanya, masih memiliki catatan penyempurnaan kembali. Paling tidak harus dipikirkan penanganan kemacetan lalu litas secara holistik, bukan sepenggal-sepenggal sehingga kemacetan akan terjadi pada titik terusannya. Ide pembuatan jalan layang dan subway memang mampu menangani kesemrawutan lalu lintas, tetapi belum secara holistik/keseluruhan. Ide kreatif dari Ikatan Kekerabatan Arsitek (Ikrar) Bali menggemukakan solusi terhadap kemacetan lalu lintas dengan membuat jalan melingkar di sepanjang teluk Benoa. Masuk dari Serangan atau Benoa menyisir sepanjang pantai menuju Tanjung Benoa. Jalan melingkar dibuat ditengah hutan bakau, sehingga tidak akan mengganggu pertumbuhan pohon bakau, justru akan terlindungi dari serobotan perluasan lahan (oknum).
Ide-ide yang dikemukakan oleh semua pihak masih dirangkum dalam sebuah catatan penyempurnaan kembali. Paling tidak harus dipikirkan penanganan kemacetan lalu litas secara holistik, bukan sepenggal-sepenggal sehingga kemacetan akan terjadi pada titik terusannya.Rencananya, Pemprov Bali akan membangun jalan layang sepanjang dua km dengan
ketinggian 5,1 meter di kawasan patung Dewa Ruci. Pembangunan jalan ini diperkirakan menelan biaya Rp 300 miliar dari anggaran total Rp 500 miliar Pembangunannya direncanakan mulai 2011.