
TABANAN – lulus dari sekolah merupakan pengalaman yang berharga dan meninggalkan kesan tersendiri, mulai dari konvoi sampai corat-coret seragam hingga pesta, konvoi keliling kota, dan tak terlupakan dan menjadi kenangan
Namun tidak bagi siswi SMA 1 Kerambitan, Tabanan ini langsung menyebar undangan pernikahannya usai dinyatakan lulus, Ni Putu Vera Wahyu Pramita 18.
Namun perayaan kelulusan tersebut mungkin bukan pengalaman paling berkesan bagi Ni Putu Vera Wahyu Pramita, 18, seorang siswi di Tabanan, Bali. Pasalnya Vera memiliki sebuah rencana besar dalam hidupnya pasca kelulusan ini, yakni Menikah.
Siswi kelas III IPS SMA 1 Kerambitan ini tak bisa menyembunyikan kegembiraanya usai mengetahui dirinya lulus dan langsung membagikan kartu undangan pernikahan kepada teman-teman sekolahnya.
Kata ucapan selamat atas kelulusan plus selamat menempuh hidup baru pun langsung meluncur dari teman-teman gadis sawo matang ini. “Ya, makasi ya, nanti ingat datang,” sahut Vera kepada temannya.
Saat menengok kartu undangan yang dibagikan, Vera akan menikahi seorang pria bernama I Gede Darmawan pada tanggal 24 Mei 2011, yang hanya tinggal seminggu lagi.
“Baru satu setengah tahun pacaran, dia kerja di Villa,” beber gadis asal desa Pejaten kecamatan Kediri itu, Selasa (17/5/2011).
Vera mengaku keputusannya untuk menikah ini bukan karena kecelakaan atau hamil diluar nikah melainkan saran dari orang tua.“Saya nggak hamil kok, ini orang tua saya yang suruh,” tegasnya.
Vera menuruti permintaan orangtuanya untuk menikah dini karena takut dikhianati dan ditinggal pria yang sangat dicintainya. “Soalnya dari saya kan cewek, nanti takut pas sudah pacaran lama terus ditinggal sama yang laki,” ucap Vera.
Tapi menikah bukan akhir dari cita-citanya untuk menjadi seorang guru karena putri pertama pasangan I Putu Eka Susila dan Ni Ketut Darmiti ini akan tetap meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Nanti habis nikah, saya mau sekolah di IKIP, saya mau jadi guru,” jelas Vera. “Kalau sekolah di IKIP kan boleh status menikah,” imbuhnya.
Vera termasuk beruntung karena masih memiliki orang tua dan calon suami yang mendukung keinginannya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sumber : kompas .com

