
Gubernur harapkan Nyepi mampu perhalus jiwa yang penuh hasrat.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menegaskan bahwa perayaan Nyepi 5 Maret mendatang mengandung nuansa spiritual yang amat mendalam. Karena itu pelaksanaan Tapa Brata Penyepian dan rangkaian kegiatan ritual penyepian hendaknya mampu menghaluskan jiwa yang penuh dengan hasrat dan keinginan.
Karena itu, Gubernur Bali mengingatkan kesempatan melaksanakan Brata Penyepian agar dimanfaatkan untuk intropeksi dan melihat ke dalam diri masing-masing apa yang telah dilakukan.
“Jangan memanfaatkan hari istimewa ini untuk berjudi dengan sesama teman,” katanya, Minggu (27/2) kemarin di Gedung Jaya Sabha Denpasar.
Dengan demikian, umat Hindu di saat hari istimewa itu diharapkan mampu mengendalikan diri, sekaligus meningkatkan kerukunan antar umat beragama, yang selama ini sangat kokoh dan harmonis.
“Dari Bali kerukunan umat beragama yang harmonis itu dapat ditularkan ke daerah-daerah di Indonesia, dengan harapan mampu mewujudkan Indonesia yang tenteram, damai dan sejahtera,” harapnya.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menegaskan, masyarakat internasional maupun umat non-Hindu di Bali sangat menghormati umat Hindu yang melaksanakan Tapa Brata Penyepian pada hari Sabtu (5/3) mendatang.
“Dukungan, rasa hormat dan saling menghargai satu sama lain itu hendaknya dapat dimanfaatkan umat Hindu untuk melaksanakan ibadah dengan baik,” kata Gubernur Bali.
Tapa Brata Penyepian adalah empat pantangan yang akan dilaksanakan pada peralihan Tahun Saka dari 1932 ke Tahun Baru Saka 1933, yang jatuh pada Sabtu, 5 Maret 2011.
Ia menegaskan, hal itu penting untuk lebih mendapat penekanan, mengingat beberapa kali pada peralihan Tahun Saka itu pernah “dinodai” dengan terjadinya konflik antar warga banjar yang saling bertetangga. Teruatama pada saat malam pangerupukan.
“Jangan sampai pawai ogoh-ogoh dimanfaatkan oleh pemuda untuk melampiaskan dendam warga antar banjar,” katanya.
Hal ini diingatkan agar hal tersebut tak terjadi lagi pada rangkaian pelaksanaan Brata Penyepian kali ini. Caranya masing-masing umat lebih mengendalikan diri untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, namun fokus pada pelaksanaan Tapa Brata Penyepian.
Keempat pantangan yang wajib dilakukan umat Hindu selama 24jam itu meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak melakukan aktivitas), amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak mengumbar hawa nafsu maupun tidak mengadakan hiburan/bersenang-senang pada saat itu).
Pada bagian lain dia juga mengimbau kesadaran para pemilik media televisi untuk tisak melaksanakan siaran sehari sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan hari raya Nyepi di Bali.
Selain itu pihaknya juga telah berkirim surat kepada sejumlah menteri untuk mengingatkan penutupan pelabuhan dan bandara ketika umat Hindu melaksanakan Brata Penyepian 5 Maret mendatang.
Source: Dikutip dari harian Bali Post edisi Senin Paing, 28 Feb 2011.