Tag Archives: pariwisata

Pelabuhan Tanah Ampo Karangasem Mangkrak

KARANGASEM – Pelabuhan Tanah Ampo yang berada di karangasem,hingga kini keadaannya dalam kondisi mangkrak, pasalnya panjang 154 meter ternyata masih kurang panjang.

pelabuhan kapal pesiar yang ada di Tanah Ampo tersebut merupakan satu-satunya pelabuhan kapal pesiar yang ada di Indonesia dan sudah mendapatkan sertikasi asuransi sehingga banyak kapal pesiar dari berbagai negara di dunia ingin bersandar di Bali.

“Untuk itu saya sudah bersurat kepada Bapak Presiden dengan tembusan ke Bappenas, Menkeu, dan Menhub untuk segera mempercepat perpanjangannya,” kata Bupati Karangasem I Wayan Geredeg didampingi Karo Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng.

Namun, sayangnya, pengerjaan yang sudah selesai sejak setahun yang lalu dengan ratusan miliar tersebut belum bisa digunakan karena tidak memenuhi standar kapal pesiar internasional.

Wayan mengatakan, lantaran kurang panjang, Pelabuhan Tanah Ampo hingga kini belum siap untuk dikunjungi kapal pesiar. “Karena fasilitas belum siap. Fasilitas sandarnya belum mencukupi. Masih kurang dua segmen sekitar 154 meter,” tambahnya.

Percepatan itu sangat dibutuhkan, sambungnya, karena respons dunia internasional melalui kunjungan kapal pesiar sangat luar biasa. Apalagi, sambungnya, presiden sendiri sudah meminta keseimbangan kunjungan wisatawan mancanegara yang selama ini didominasi pesawat, agar diimbangi dengan kapal pesiar.

“Presiden meminta begitu. Sebab, 99 persen rata-rata pengunjung melalui kapal cruise adalah wisatawan asing. pada 2012 mudah-mudahan sudah rampung dan bisa disandari,” harapnya.

Sementara itu, Karo Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng mengatakan, ke depan, Pemprov Bali akan menyeriusi wisata kapal cruise.

“Dari 2 juta lebih turis, kalau sebagiannya saja datang menggunakan kapal cruise, tentu akan menambah kunjungan ke Indonesia, khususnya Bali,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan dan Kebakaran Karangasem Ida Bagus Suastika menerangkan dermaga cruise telah melakukan uji coba dengan telah didatangi oleh kapal Van Volendam asal Belanda dengan jumlah penumpang lebih dari 1.600 wisatawan asing pada 25 Maret 2010.

Selanjutnya, pada 29 April 2010 dermaga Tanah Ampo juga dikunjungi kapal San dari Prancis dengan jumlah penumpang lebih dari 1.900 orang asal Australia. “Panjang kapal Van Voldem 347 meter sedangkan kapal San Prancis panjangnya 325. Karena dermaga belum mencukupi, akhirnya mereka hanya lego jangkar saja,” ujarnya.

Sumber : mediaindonesia.com

Praktik travel agent liar kian Resahkan Bali

balikami

Bali – meminta Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali turut membantu mengatasi praktik “jual beli kepala” wisatawan asal China. Praktik ini biasanya dilakukan oleh travel and guide liar yang tentu sangat merusak citra pariwisata Bali.

Praktik jual beli “kepala wisatawan” asal China oleh travel agent liar kian meresahkan dunia pariwisata Bali. Jual beli kepala ini bukan dalam artian sesungguhnya, melainkan praktik penawaran paket wisata murah travel agent di China. Setibanya di Bali, wisatawan asal China tersebut dioper kepada travel agent dan guide nakal yang memperlakukan mereka seenaknya.

“Keberadaan mereka, para guide dan tour, yang melakukan praktik jual beli kepala sangat meresahkan dan merusak citra pariwisata Bali sehingga harus ditindak tegas,” ujar Gubernur Bali Made Mangku Pastika seusai membuka Pengukuhan Pengurus Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) periode 2011-2015 di Gianyar, Bali, Jumat (6/5/2011).

Akibat praktik jual beli kepala ini, para wisatawan sangat dirugikan karena mereka tidak mendapatkan fasilitas yang layak. “Bahkan, ada wisatawan yang sampai ditinggalkan di jalan, guide-guide ini hanya mengejar fee. Kalau begini terus, pariwisata Bali bisa rusak,” keluh Pastika prihatin.

Biasanya, modus praktik jual beli kepala di Bali ini, travel agent menyerahkan sepenuhnya wisatawan kepada guide tanpa diberi modal sepeser pun. Kemudian, untuk “menghidupi” wisatawan ini selama di Bali, mereka mencari komisi dari art shop-art shop. Tak jarang terjadi pemaksaan kepada wisatawan untuk berbelanja di art shop tujuan guide.

Gubernur Bali juga meminta GIPI untuk turut membantu menertibkan praktik jual kepala ini. “Saya minta GIPI membantu mengatasi praktik licik yang telah mengomersialisasi dengan jual beli kepala kepada wisatawan China,” ujar Pastika.

Gubernur juga akan bekerja sama dengan pihak imigrasi, dengan menindak tegas travel agent yang tidak memiliki izin usaha perjalanan wisata.

Sumber: kompas.com

Rencana eksekusi Amrozy cs tak pengaruhi kunjungan wisatawan

Rencana eksekusi teroris Bom Bali I Amrozy cs yang menuai berbagai pro kontra tampaknya tidak berpengaruh banyak terhadap kunjungan wisatawan ke Bali. Setidaknya hal ini terlihat dari pantauan BaliKami.com di bandara Ngurah Rai hari ini (5/10/2008)

Seperti berita yang gencar dirilis berbagai media beberapa waktu terakhir, nampaknya rencana eksekusi Amrozy cs menuai berbagai reaksi masyarakat, selain ancaman balas dendam bila eksekusi benar – benar dilakukan memalui sms, situs internet, bahkan ancaman bom pun diterima kantor kedubes Amerika dan Australia di Jakarta.

Nampaknya hal ini yang menjadi kekhawatiran pelaku pariwisata Bali, karena diperkirakan akan dapat mempengaruhi arus kunjungan wisatawan ke Bali.

Namun berkat kesigapan aparat keamanan nampaknya kekhawatiran ini tidak terlalu berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke Bali.