Tag Archives: polda bali

Polda Bali Belum Melunasi Tunggakan Tagihan Listrik


Kombes Hariadi menjelaskan,Tunggakan rekening listrik Polda Bali senilai Rp 1,4 miliar Tunggakan itu sejak setahun belakangan (2011). Ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Drs. Hariadi, Ia mengatakan, penyelesaian pembayaran rekening listrik di kantor dinas milik pemerintah dibayarkan berdasarkan tagihan dari daftar isian penggunaan anggaran. jika tagihan melampaui alokasi DIPA, secara prosedur diusulkan kekurangannya ke Mabes Polri. Memang ada sejumlah tunggakan rekening listrik pada 2011. Tetapi, itu masih diusulkan ke Mabes Polri, katanya, Rabu (4/1) kemarin. Perwira melati tiga di pundak ini menerangkan, pembayaran tunggakan masih dalam proses. Meski demikian, pelayanan publik harus tetap berjalan seperti biasanya, ucapnya.

Read more »

Hari Besar Tumpek Landep, Ribuan Senjata Brimob Diupacarai

Denpasar - Umat Hindu Bali melakukan upacara “Tumpek Landep” (7/5/2011), yang merupakan bentuk penghormatan atas ketajaman berpikir dan pengetahuan yang diberikan kepada umat manusia atas semua peralatan sehari-hari yang berasal dari logam.

Upacara ini dilakukan sebagai bentuk puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pencipta. Dalam kerangka itu, ribuan senjata dengan berbagai bentuk dan jenis milik Sat Brimob Polda Bali juga diupacarai.

“Semua benda yang terbuat dari besi seperti senjata keris, dan lain sebagainya diupacarai saat ritual yang berlangsung enam bulan sekali ini,” kata Pemangku Pura Patma Bhuana Markas Komando Brimob Polda Bali, Jero Mangku Made Sukarma, yang memimpin upacara tersebut, Sabtu 7 April 2011.

Upacara Tumpek Landep sendiri, sambungnya, bertujuan agar masyarakat yang menggunakan benda dari besi atau logam diberi berkah dan ketajaman dalam berpikir serta menjalankan tugas.

Hari “Tumpak Landep” di Bali dirayakan setiap Sanisara Kliwon Wuku Landep. Namun masyarakat umum lebih sering menyebut “Tumpek Landep” sebagai “Otonan Besi” atau upacara penyucian terhadap semua benda dari besi.

Tujuannya, kata Jero, untuk bersyukur kepada Hyang Widi Maha Pencipta dalam manifestasinya sebagai Hyang Pasupati atas ciptaannya. Hal tersebut, dia melanjutkan, juga terkait ketajaman berpikir hingga dapat mengolah logam untuk melancarkan berbagai usaha guna menunjang kehidupan sehari-hari.

“Melalui ritual dengan berbagai sesajen ini, kita harapkan anggota kepolisian yang menggunakan senjata tersebut dapat mengendalikannya, hingga arahnya tidak ngawur,”tuturnya.

Selain berbagai jenis senjata seperti pistol genggam, senapan laras panjang, senapan serbu jenis M4 yang digunakan untuk pertahanan, ritual juga menyasar puluhan unit mobil seperti mobil Gegana, Water Canon, dan Barakuda.

Kasat Brimob Polda Bali, Kombes Heny Sulistiya mengatakan, untuk menghormati umat Hindu yang merayakannya, dirinya mempersilakan kepada anggotanya untuk melakukan upacara tersebut.

“Dari penugasan di berbagai daerah, baru di Bali inilah saya mengetahui upacara seperti ini. Karena tujuannya baik, maka saya mempersilakan kepada anggota untuk melakukan upacara Tumpek Landep terhadap berbagai peralatan yang kami miliki,” katanya.

Meski tidak semua senjata dikeluarkan di lapangan Mako Brimob, namun anggota Brimob yang mengenakan pakaian adat tersebut tetap melakukan ritual persembahyangan dengan memercikkan air suci terhadap senjata-senjata yang ada di dalam gudang persenjataan dan mobil berukuran besar secara bergatian.

Tak hanya itu, seluruh masyarakat Bali juga hari ini melakukan persembahyangan terhadap benda-benda logam yang mereka miliki seperti keris, sepeda motor, dan juga mobil.

Tak ayal, di sepanjang jalan, tempat pencucian motor dan mobil nampak ramai lantaran kebanjiran order. Sebab, sebelum diupacarai, sepeda motor dan mobil tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara dicuci.

Kadek, seorang pengusaha pencucian sepeda motor di bilangan Kembang Matahari, Denpasar, mengaku usahanya melonjak 200 persen dari hari biasanya. “Mulai kemarin hingga hari ini, saya sudah mencuci ratusan motor. Biasanya hanya puluhan saja dalam sehari,” katanya senang.

 

sumber : http://nasional.vivanews.com/news/read/219027

Pemerkosa Bocah di Bali Tertangkap

Tersangka pemerkosa anak di bawah umur yang berinisial Sal (28) ditangkap di kamar kost-nya, Kamis (22/4) sekitar pukul 17.00. di Jalan Pulau Moyo gang Kapela- Denpasar Selatan. Kerja Keras Perburuan tersangka pemerkosa bocah di bawah umur di Denpasar, Bali akhirnya membuahkan hasil. Polisi berhasil menangkap salah seorang tersangka pemerkosa yang diduga terlibat dalam sejumlah kasus perkosaan yang beberapa waktu terakhir marak terjadi di Pulau Dewata.

Selain Sal, polisi masih terus memburu tersangka pemerkosa lainnya. “Diperkirakan masih ada seorang lagi yang belum tertangkap,” ujar Kapoltabes Denpasar Kombes Gede Alit Widana.

Kapoltabes Denpasar Kombes Gede Alit Widana menuturkan, tersangka Sal adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Denpasar.

Sebelumnya, Sal mengaku berprofesi sebagai pembantu guru dan bertugas mengantar jemput para siswa. “Keterangannya yang sangat berbelit-belit,” ujar Kapoltabes.

ada tiga tersangka yang diburu dari tujuh kasus perkosaan, dua di antaranya telah ditangkap. “Selain Sal, kami juga telah menangkap made pada 3 April lalu,” kata Kapoltabes.

Tersangka pemerkosa yang belum tertangkap, kata Kapoltabes, terus diburu melalui penyebaran sketsa wajah di sejumlah tempat keramaian.

Kapoltabes berharap dalam waktu dekat buronan tersebut dapat segera dikandangkan. “Sampai saat ini respons masyarakat sangat bagus. Kami menerima banyak informasi,” katanya

BCA Gempar Uang Nasabah di Bali Hilang Misterius

Denpasar  – Siapa yang tak pusing jika uang yang kita simpan tiba-tiba berkurang tanpa melakukan transaksi sebelumnya. Inilah yang benar-benar terjadi pada Para nasabah Bank Central Asia (BCA) di Kuta, Bali, sangat meresahkan bahkan menjadi kesal. Uang di rekening mereka berkurang tanpa melakukan transaksi sebelumnya. Polisi setempat pun tengah menyelidiki kasus yang tenggah terjadi ini.

Hilangnya uang tersebut diketahui saat nasabah tersebut akan bertransaksi di BCA Kuta. Kapolsek Kuta AKP Dody Prawira Negara melalui telepon Selasa membenarkan telah terjadi kasus hilangnya uang nasabah secara misterius (19/1/2010) beliau mengatakan awalnya hanya 1-3 nasabah BCA Kuta melapor ke Polsek Kuta. Kemudian berselang beberapa hari laporan menjadi bertambah lagi hingga total ada 10 orang nasabah BCA yang kehilangan uang tanpa proses transaksi. Selain di Kuta, kasus serupa juga menimpa nasabah BCA di Denpasar.

Jumlah uang nasabah yang lenyap diperkirakan mencapai puluhan juta. Uang nasabah yang lenyap antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Lenyapnya uang nasabah diduga terjadi secara bersamaan , hanya dalam rentang waktu antara 16-19 Januari 2010.

Polisi kini tengah menyelidiki kasus lenyapnya uang yang meresahkan para nasabah BCA. Pihak BCA pun belum memberikan konfirmasi terkait pengaduan nasabahnya. Saat ini penyelidikan yang dibantu oleh cyber crime Polda Bali sedang bekerja untuk menggusut tuntas dalang pelaku kejahatan di dunia maya,” ujar Dody.

sumber : www.detikinet.com

BCA Gempar Uang Nasabah di Bali Hilang Misterius

Denpasar  – Siapa yang tak pusing jika uang yang kita simpan tiba-tiba berkurang tanpa melakukan transaksi sebelumnya. Inilah yang benar-benar terjadi pada Para nasabah Bank Central Asia (BCA) di Kuta, Bali, sangat meresahkan bahkan menjadi kesal. Uang di rekening mereka berkurang tanpa melakukan transaksi sebelumnya. Polisi setempat pun tengah menyelidiki kasus yang tenggah terjadi ini.

Hilangnya uang tersebut diketahui saat nasabah tersebut akan bertransaksi di BCA Kuta. Kapolsek Kuta AKP Dody Prawira Negara melalui telepon Selasa membenarkan telah terjadi kasus hilangnya uang nasabah secara misterius (19/1/2010) beliau mengatakan awalnya hanya 1-3 nasabah BCA Kuta melapor ke Polsek Kuta. Kemudian berselang beberapa hari laporan menjadi bertambah lagi hingga total ada 10 orang nasabah BCA yang kehilangan uang tanpa proses transaksi. Selain di Kuta, kasus serupa juga menimpa nasabah BCA di Denpasar.

Jumlah uang nasabah yang lenyap diperkirakan mencapai puluhan juta. Uang nasabah yang lenyap antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Lenyapnya uang nasabah diduga terjadi secara bersamaan , hanya dalam rentang waktu antara 16-19 Januari 2010.

Polisi kini tengah menyelidiki kasus lenyapnya uang yang meresahkan para nasabah BCA. Pihak BCA pun belum memberikan konfirmasi terkait pengaduan nasabahnya. Saat ini penyelidikan yang dibantu oleh cyber crime Polda Bali sedang bekerja untuk menggusut tuntas dalang pelaku kejahatan di dunia maya,” ujar Dody.

sumber : www.detikinet.com

BCA Gempar Uang Nasabah di Bali Hilang Misterius

Denpasar  – Siapa yang tak pusing jika uang yang kita simpan tiba-tiba berkurang tanpa melakukan transaksi sebelumnya. Inilah yang benar-benar terjadi pada Para nasabah Bank Central Asia (BCA) di Kuta, Bali, sangat meresahkan bahkan menjadi kesal. Uang di rekening mereka berkurang tanpa melakukan transaksi sebelumnya. Polisi setempat pun tengah menyelidiki kasus yang tenggah terjadi ini.

Hilangnya uang tersebut diketahui saat nasabah tersebut akan bertransaksi di BCA Kuta. Kapolsek Kuta AKP Dody Prawira Negara melalui telepon Selasa membenarkan telah terjadi kasus hilangnya uang nasabah secara misterius (19/1/2010) beliau mengatakan awalnya hanya 1-3 nasabah BCA Kuta melapor ke Polsek Kuta. Kemudian berselang beberapa hari laporan menjadi bertambah lagi hingga total ada 10 orang nasabah BCA yang kehilangan uang tanpa proses transaksi. Selain di Kuta, kasus serupa juga menimpa nasabah BCA di Denpasar.

Jumlah uang nasabah yang lenyap diperkirakan mencapai puluhan juta. Uang nasabah yang lenyap antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Lenyapnya uang nasabah diduga terjadi secara bersamaan , hanya dalam rentang waktu antara 16-19 Januari 2010.

Polisi kini tengah menyelidiki kasus lenyapnya uang yang meresahkan para nasabah BCA. Pihak BCA pun belum memberikan konfirmasi terkait pengaduan nasabahnya. Saat ini penyelidikan yang dibantu oleh cyber crime Polda Bali sedang bekerja untuk menggusut tuntas dalang pelaku kejahatan di dunia maya,” ujar Dody.

sumber : www.detikinet.com