Wednesday, Sep. 20, 2017

Tempat Wisata Sawah Terasering Jatiluwih Bali

Written By:

|

September 1, 2017

|

Posted In:

Tempat Wisata Sawah Terasering Jatiluwih Bali

jatiluwih

Banyak wisatawan yang menyukai wisata pemandangan, seperti sawah terasering yang berada di Desa Jatiluwih. Desa Jatiluwih, tempat yang cocok untuk kamu yang memerlukan tempat wisata yang bisa menghilangkan ke penatan, hamparan persawahan yang bertingkat-tingkat secara rapi akan menyambut kamu.Berada di kaki gunung Batukaru membuat wisata ini banyak dikunjungi oelh turis-turis mancanegara dan lokal.

Lokasi wisata Jatiluwih ini barada di ketinggian 700 meter dari permukaan laut jadi udaranya sangat sejuk. Daya Tarik wisata Jatiluwih iini berada di,hamparan persawahan yang tertata rapi, persawahan yang bertingkat-tingkat,bisa melihat pegunungan, udara yang sejuk.Wisata ini berada di Desa Jatiluwih,Kecamatan Penebel, utaranya Kabupaten Tabanan.

Jatiluwih memiliki luas sekitar 636 hektar yang berbentuk terasering dan merupakan kawasan persawahan terasering terbesar di Bali. Untuk pengairannya, masyarakat menggunakan sistem subak yang merupakan suatu sistem irigasi tradisional yang digunakan oleh masyarakat Bali. Subak ini memiliki pura yang digunakan untuk memuja Dewi Kemakmuran dan Dewi Kesuburan.

Selain menikmati pemandangan persawahan, kalian juga bisa menikmati pemandangan sungai, rumah-rumah penduduk dan pura. Jika merasa bosan,kamu bisa menikmati pemandangan dengan menyewa sepeda atau sebuah mobil volkswagen. Kamu juga bisa melakuakan kegiatan menyusuri sungai dengan ban pelampung, dan bermain rafting. Menikmati makanan, di sekitar wisata Jatiluwih terdapat restoran yang menyajikan makanan secara buffet.

Sejarah Jatiluwih ini berasal dari orang tua yang merupakan masyarakat dari Desa Jatiluwih. Jatiluwih berasal dari Jaton dan Luwih, Jaton yang berarti jimat sedangkan Luwih yang berarti bagus jadi disimpulkan bahwa Jatiluwih merupakan sebuah desa yang memiliki jimat yang benar-benar indah atau ampuh. Ada juga yang mengatakan lain, dulunya di tengah desa merupakan sebuah kuburan binatang purba, yaitu burung jatayu. Nama Jatayu itu berubah menjadi Jaton dan Ayu yang memiliki arti luwih dan bagus.

Wisata Jatiluwih juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia(WBD) oleh UNESCO pada tanggal 29 Juni 2012, masuknya Jatiluwih sebagai WBD karena konsep pertanian yang menggunakan filosofi Tri Hita Karana yang merupakan keseimbangan antara manusia dengan sesamanya, manusia dengan alam dan manusia denagn Sang Pencipta.

Upacara yang digunakan untuk mengolah lahan persawahan yang didasarkan dengan Tri Hita Karana, adapun upacara yang dilakukan, yaitu:

  1. Mapag Toya, merupakan acara dimana mencari mengambil air dari mata air suci
  2. Ngendag Tanh Cari, merupakan acara dimana kita memohon untuk keselamatan untuk membajak tanah sawah
  3. Ngurit, yang merupakan acara pembibitan
  4. Ngerasakin,upacara membersihkan kotoran bekas pembajakaan
  5. Pangawiwit (Nuwasen), upacara untuk mencari hari baik utnuk melakukan penanaman padi
  6. Ngekambuhin,upacara padi yang berumur 42 hari
  7. Pamungkah,upacara untuk meminta keselamatan agar tanaman padi tetap selamat
  8. Penyepian,upacara untuk menghindari dari hama
  9. Pengerestitian Nyegara Gunung
  10. Mesaba, upacara yang dilakuakn sebelum panen
  11. Ngadegang Bhatara Sri
  12. Upacara Nganyarin
  13. Manyi dan Mantenin

Untuk datang ke objek wisata ini kamu harus menempuh waktu sekitar 1 jam 30 menit dari Kota Denpasar. Fasilitas yang ada di Jatiluwih yaitu, tempat parkir, toilet, Bale Bengong,dan wantilan. Untuk sarana jalan, sudah ditingkatkan. Harga tiket ke objek wisata Jatiluwih: (WNI) Rp.15.000 Per orang dan (WNA) Rp.40.000 per orang.

sumber:
www.rentalmobilbali.net
www.id.baliglory.com/2016/02/jatiluwih.html
www.kumpulan.info/wisata/tempat-wisata/142-jatiluwih-bali.html
www.balipurnama.com/jatiluwih.php

Share This Article

Related News

Indahnya Tegalalang Rice Terrace Ubud Bali
Tradisi pemakaman unik di Desa Teruyan Kintamani, Bali
Desa Wisata Kertalangu Bali

About Author

milasari

Leave A Reply

Leave a Reply