Monday, Nov. 20, 2017

Tradisi “Dewa Masraman” Yang Masih Lestari

Written By:

|

November 6, 2017

|

Posted In:

Tradisi “Dewa Masraman” Yang Masih Lestari

perang jempana

Disaat banyak orang yang tenggelam dalam pusaran arus modernisasi, salah satu desa di Klungkung (desa Paksebali, Dawan, Kabupaten Klungkung) ini masih tetap melestarikan sebuah tradisi unik sampai saat ini, yakni tradisi Dewa Masraman.

Desa Paksebali adalah sebuah desa yang terletak di sebelah timur Tukad Unda atau sekitar 2 kilometer dari Kota Semarapura. Di desa ini masyarakatnya masih melestarikan kebudayaan dan senantiasa menunjukkan sikap kebersamaan dan kekeluargaan. Ritual ini dilaksanakan untuk mengiringi upacara piodalan Pura Panti Timrah yang dilaksanakan setiap 210 hari tepat pada hari Saniscara Kliwon Kuningan, tepatnya pada hari raya Kuningan.

perang jempana

Tradisi Dewa Masraman ini pelaksanaannya diawali dengan Ida Bathara dilambangkan dengan Jempana tedun untuk melakukan pesucian, jumlah jempana ada tujuh melambangkan Sapta Rsi. Jempana yang telah berisi Pratima tersebut dihiasi dan diusung oleh para truna, untuk mesucian dilaksanakan di Tukad Unda atau Taman Segening diiring oleh warga setempat, yang bertujuan untuk memohon air suci, membersihkan jiwa dan raga sebelum proses ritual puncak dilaksanakan.

Setelah selesai mesucian Ida Betara diiringi kembali ke pura untuk mesolah sebagai wujud kebersamaan warga, selanjutnya berputar tiga kali (murwa daksina) yang mengandung makna menuju jalan kedamaian, dimana kehidupan ini tak terlepas dari unsur lahir, hidup dan mati. Dan diharapkan nantinya membawa kedamaian bagi masyarakat.

 

Sumber :
www.balitoursclub.com
tatkala.co
dedotblog.wordpress.com

Share This Article

Related News

Tradisi Nyaagang : Wujud Bakti Kepada Roh Leluhur
Tradisi Mesuryak, Satu Dari Seribu Tradisi Unik di Bali
Makna Dibalik Sarana Upacara Hari Raya Kuningan

About Author

shinta

Leave A Reply

Leave a Reply