Wednesday, Sep. 20, 2017

Ungkapkan Rasa Syukur Dengan Perang Tipat-Bantal

Written By:

|

September 11, 2017

|

Posted In:

Ungkapkan Rasa Syukur Dengan Perang Tipat-Bantal

Perang Tipat-Bantal melambangkan ungkapan syukur warga kepada Tuhan atas rezeki dan nikmat yang telah diberikan, kepercayaan tersebut dilakukan secara turun temurun dari generasi ke generasi dan sampai saat ini tradisi perang tipat bantal masih berlangsung sampai saat ini.

Ritual ini sudah digelar sejak tahun 1337 oleh masyarakat Desa Adat Kapal, Mengwi, Bali. Ritual perang tipat bantal ini ditujukan kepada masyarakat Desa Kapal untuk melakukan “tajen pengangon” untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk umat manusia. Tradisi ini juga sering disebut “Aci Rah Pengangon” oleh masayarkat setempat. Ritual yang berlangsung di Pura Kapal ini diawali dengan upacara persembahyangan bersama yang dilakukan oleh seluruh warga desa.

Perang tipat bantal juga memiliki artian lain “Tipat merupakan lambang feminim dan bantal merupakan lambang maskulin atau gentle man”. Maka dari itu perang tipat bantal ini bermakna bahwa pertemuan antara laki laki dan perempuan ketika bertemu akan melahirkan kehidupan.

Perang tipat bantal dilakukan peserta dengan membuat dua kelompok dan berdiri saling berhadapan, lalu di depan mereka telah tersedia tipat (kertupat) dan juga bantal (jajanan khas bali).

Setelah itu ketika aba aba telah dimulai para peserta Perang tipat bantal mulai melemparkan tipat dan bantal itu pada kelompok yang yang ada di depan mereka, suasana hiruk pikuk itu pun mulai terasa ketika tipat dan bantal mulai beterbangan di udara, lalu jika dirasa sudah cukup, Perang Tipat Bantal di hentikan sementara, tak cukup sampai disana, Perang Tipat Banta-lpun dilanjut di jalan raya yang tak lain di depan pura, sama halnya seperti tadi, para pemain Perang Tipat Bantal akan membuat 2 formasi dan kembalilah Perang Tipat Bantal dimulai, kali ini suasananya lebih gempar karena para pemainnya melempar tipat bantalnya dengan membabi buta sambil berteriak dan bersorak.

Perang tipat bantal ini akan semakin terasa menarik ketika para penonton yang berada di trotoar jalan juga ikut melempar tipat bantal, kadang para penonton akan terkena serangan tipat bantal yang entah datangnya darimana, jika terkena lemparan tipat atau bantal akan terasa sangat sakit, tapi tidak seorangpun yang merasa marah, karena perang tipat bantal ini dilakukan dengan suka cita. Kabarnya, Perang tipat bantal ini akan dilaksanakan lagi pada tanggal 5 Oktober 2017 di Jalan Raya Kapal, Mengwi, Badung. Ada yang ingin ikut?

Source:

https://www.wisata-bali.com/tradisi-perang-tipat-bantal-di-desa-kapal

http://www.bali-indonesia.com/events-calendar

Share This Article

Related News

Indahnya Tegalalang Rice Terrace Ubud Bali
Lima Tokoh Bali Terima Penghargaan “Bali Mandara Parama Nugraha 2017”
Tradisi pemakaman unik di Desa Teruyan Kintamani, Bali

About Author

yuni

Leave A Reply

Leave a Reply