Denpasar masih menyisakan bunyi lonceng dan derap kaki kuda yang dulu akrab di jalanan. Dokar, kendaraan beroda dua yang ditarik kuda, pernah menjadi moda utama bagi warga kota. Laporan kegiatan pemeriksaan kesehatan kuda pada 23 Januari 2026 menunjukkan sisa praktik dokar yang kini jarang terlihat, sekaligus upaya instansi kota menjaga kondisi hewan penarik.
Suara lonceng dan derap kaki: jejak sejarah dokar di Denpasar
Dokar hadir sejak era kolonial dan mencapai masa kejayaan pada dekade 1960-an. Setelah masa itu, pemakaian dokar mengalami penurunan sepanjang beberapa dekade. Narasi sejarah lokal mencatat peran dokar sebagai moda transportasi harian sebelum kendaraan bermotor mengambil alih fungsi serupa. Saat ini jejak fisik dan suara dokar hanya tampak sporadis di beberapa titik kota.
Cek kesehatan kuda: mekanisme dan temuan terakhir
Kegiatan pemeriksaan kesehatan kuda penarik dokar dilaksanakan oleh dokter hewan dari Dinas Pertanian Kota Denpasar. Pemeriksaan terakhir yang dilaporkan berjalan di kawasan Terminal Tagal pada 23 Januari 2026.
- Prosedur pemeriksaan
- Pemeriksaan meliputi kondisi fisik umum, kebersihan tubuh, kesehatan kuku, pemeriksaan gigi, pengecekan berat badan, pemberian obat cacing, serta pemeriksaan tanda-tanda penyakit menular dan pengukuran suhu tubuh.
- Dalam sesi itu terdata delapan ekor kuda yang diperiksa dan kusir menerima pengarahan terkait pengecekan hewan serta pelatihan rutin.
- Peran instansi terkait
- Dinas Pertanian Kota Denpasar bertindak sebagai pelaksana cek kesehatan melalui dokter hewan.
- Dinas Pariwisata Kota Denpasar, melalui Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, terlibat khusus pada kegiatan cek untuk dokar hias pada kesempatan tersebut.
Siapa yang menjaga tradisi: aktor di balik dokar
- Pemerintah dan dinas kota
- Dinas Pertanian Kota Denpasar melakukan pemeriksaan kesehatan hewan dan memberikan pengarahan teknis.
- Dinas Pariwisata Kota Denpasar ikut terlibat pada aspek dokar hias.
- Pelaku lapangan dan penanggung jawab tradisi
- Kusir dokar menerima pembinaan langsung terkait perawatan kuda dan praktik kerja harian.
- Tokoh lokal seperti Wayan Pinet disebut sebagai penjaga tradisi dokar.
- Aparat kepolisian setempat, termasuk AKP Wayan Budiartana dan Ipda Ketut Suardana, tercatat melakukan dialog dan koordinasi dengan kusir dokar pada beberapa kesempatan.
Kondisi saat ini: hanya segelintir unit yang masih beroperasi
Beberapa sumber menyebut jumlah dokar aktif di Denpasar kini berkisar antara 6 sampai 8 unit. Angka ini pula yang dipakai sebagai dasar menyebut dokar kini tinggal sedikit. Data kegiatan pemeriksaan pada 23 Januari 2026 mencatat delapan ekor kuda diperiksa, namun jumlah unit dokar aktif dapat berbeda dari jumlah kuda yang dirawat pada satu sesi pemeriksaan. Pernyataan jumlah unit ini bersifat estimasi menurut laporan yang tersedia.
Catatan soal kelangsungan dokar dan aspek operasional
Laporan pemeriksaan kesehatan menegaskan adanya perhatian pemerintah kota terhadap kondisi hewan penarik. Beberapa catatan operasional yang tercantum dalam kegiatan itu adalah:
- Kesehatan hewan sebagai syarat keselamatan penumpang
- Pemeriksaan gigi, kuku, dan berat badan dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang.
- Pemberian obat cacing dan pemeriksaan tanda penyakit menular menjadi bagian dari upaya preventif.
- Pembinaan bagi kusir
- Kusir mendapat pengarahan teknis dan pelatihan rutin sebagai bagian dari kegiatan, menurut keterangan yang dilaporkan.
- Asumsi yang perlu diverifikasi lebih lanjut
- Tidak ada keterangan rinci dalam laporan mengenai aspek pendanaan untuk pemeliharaan kuda atau skema insentif bagi kusir. Informasi tentang rute operasi, tarif jasa dokar, atau integrasi dokar ke program pariwisata tidak dijelaskan secara terperinci dan perlu dicek lebih lanjut sebelum dijadikan dasar kebijakan atau rencana usaha.
- Peran lembaga non-pemerintah atau komunitas pemilik dokar tidak dirinci, sehingga keterlibatan pihak ketiga untuk operasional harian harus dianggap asumsi sampai ada konfirmasi tambahan.
Kesimpulan singkat
Dokar di Denpasar kini hadir sebagai fenomena yang tersisa dari sejarah transportasi kota. Pemeriksaan kesehatan kuda yang dilaksanakan pada 23 Januari 2026 oleh Dinas Pertanian Kota Denpasar menunjukkan upaya menjaga kondisi hewan penarik dokar, dengan delapan ekor kuda mendapat pemeriksaan dan kusir menerima pembinaan. Dinas Pariwisata Kota Denpasar tercatat ikut dalam pelaksanaan cek untuk dokar hias. Beberapa sumber menyebut bahwa hanya sekitar 6 sampai 8 unit dokar yang masih aktif, angka yang bersifat perkiraan menurut laporan yang ada. Informasi operasional lebih rinci, termasuk aspek pendanaan dan skema pemanfaatan dokar dalam program pariwisata, tidak tersedia dalam laporan tersebut dan perlu konfirmasi lebih lanjut.
https://www.instagram.com/p/DeggE4AmPUF/?psln=MW02ZWM2bnc1Mmk2ag==
