SHUCADA, Solusi Absensi Digital Berbasis GPS dan AI untuk Pantau Karyawan dari Mana Saja

SHUCADA adalah solusi absensi untuk Work From Home (WFH) dan Work From Anywhere (WFA) yang dikembangkan oleh Studio Kami Mandiri. Sistem mengombinasikan verifikasi lokasi berbasis GPS dan AI face recognition untuk memastikan lokasi dan identitas karyawan saat melakukan check-in. Layanan berjalan di cloud enterprise tanpa kebutuhan server lokal, serta disiapkan untuk integrasi dengan sistem HR perusahaan. Untuk konsultasi dan penawaran, hubungi WhatsApp +62 811 386 2200 atau email marketing@studiokami.com. Alamat kantor terdaftar di Denpasar, Bali.

Mengapa perusahaan memilih SHUCADA

  1. Pengawasan lokasi kerja
  • SHUCADA memakai verifikasi GPS untuk memeriksa apakah karyawan berada dalam batas wilayah yang ditetapkan perusahaan. Pernyataan ini disampaikan sebagai fitur inti dari solusi.
  1. Verifikasi identitas tanpa perangkat biometrik fisik
  • Sistem menggunakan AI face recognition untuk memastikan identitas karyawan yang melakukan absensi. Fitur ini memungkinkan pengecekan identitas tanpa pemasangan perangkat biometrik di lokasi kerja.
  1. Arsitektur cloud, tanpa server lokal
  • SHUCADA dibangun sebagai solusi cloud enterprise sehingga tidak memerlukan server lokal. Pernyataan ini sesuai informasi produk dan memengaruhi kebutuhan infrastruktur TI perusahaan.

Cara kerja teknis (ringkasan fungsional)

Proses absensi harian

  1. Pengguna membuka aplikasi SHUCADA pada perangkat seluler.
  • Aplikasi memicu pengambilan lokasi GPS dan menangkap wajah pengguna untuk verifikasi.
  1. Sistem memeriksa kesesuaian lokasi dengan batas wilayah perusahaan.
  • Jika lokasi berada dalam zona yang disetujui, sistem melanjutkan verifikasi identitas.
  1. AI face recognition memvalidasi identitas terhadap data yang tersimpan.
  • Setelah lulus verifikasi ganda, absensi dianggap tercatat.

Integrasi dan deployment

  1. Cloud enterprise
  • Implementasi berbasis cloud mengurangi kebutuhan pemasangan perangkat fisik dan server lokal.
  1. Integrasi dengan sistem perusahaan
  • SHUCADA disiapkan agar dapat diintegrasikan ke sistem HR yang sudah ada. Detail teknis integrasi spesifik tidak disebutkan di materi produk, sehingga rincian API, format data, atau kebutuhan middleware perlu dikonfirmasi langsung dengan tim pemasaran atau teknis Studio Kami Mandiri.

Kelebihan yang diklaim produk

  1. Fleksibilitas kerja tim remote, lapangan, dan mobile
  • Dengan GPS dan face recognition, absensi dapat dilakukan dari berbagai lokasi kerja tanpa perangkat biometrik terpasang.
  1. Keamanan dua lapis
  • Verifikasi lokasi dan identitas yang digabungkan menambah lapisan keamanan dibandingkan metode absensi berbasis lokasi saja.
  1. Praktis untuk perusahaan tanpa infrastruktur server
  • Arsitektur cloud memungkinkan pengurangan biaya pemeliharaan server lokal dan mempermudah skalabilitas.

Semua poin di atas disajikan sesuai deskripsi produk SHUCADA dari Studio Kami Mandiri.

Pertimbangan operasional dan kepatuhan (aspek yang perlu divalidasi)

  1. Privasi dan perlindungan data pribadi
  • Materi produk tidak merinci kebijakan penyimpanan atau retensi data biometrik wajah maupun data lokasi. Perusahaan yang mempertimbangkan penerapan harus meminta penjelasan tertulis tentang bagaimana data wajah dan lokasi disimpan, durasi retensi, enkripsi, serta mekanisme penghapusan data karyawan.
  1. Kepatuhan regulasi
  • Regulasi terkait pengolahan data biometrik dan lokasi bervariasi antar yurisdiksi. Karena materi produk tidak menyebutkan sertifikasi atau kepatuhan hukum spesifik, hal ini perlu dikonfirmasi. Perusahaan disarankan untuk melakukan pengecekan regulasi setempat dan meminta dokumentasi kepatuhan dari penyedia.
  1. Akurasi GPS dan kondisi operasional
  • Akurasi GPS dapat dipengaruhi kondisi lokasi, sinyal, dan perangkat karyawan. Materi tidak menyebutkan tingkat akurasi GPS yang dijamin oleh sistem. Angka akurasi sebaiknya diverifikasi melalui uji coba lapangan.
  1. Kinerja AI face recognition
  • Materi menyebutkan penggunaan AI face recognition tanpa menyajikan metrik akurasi, toleransi false match, atau kebijakan penanganan kegagalan verifikasi. Pengguna perlu meminta informasi teknis, misalnya tingkat keberhasilan verifikasi dalam kondisi cahaya rendah atau pada perangkat berbeda.
  1. Integrasi dan kebutuhan TI
  • Walau diklaim “siap diintegrasikan”, rincian teknis integrasi tidak tersedia dalam deskripsi produk. Perusahaan harus mengecek kebutuhan API, format data, frekuensi sinkronisasi, dan potensi penyesuaian pada HRIS yang ada.

Catatan: poin-poin di atas dibahas sebagai aspek yang perlu divalidasi karena tidak dijabarkan secara rinci pada materi produk.

Contoh alur implementasi singkat untuk perusahaan

  1. Permintaan informasi teknis dan kebijakan
  • Ajukan pertanyaan tentang API, enkripsi data, retensi data biometrik, dan kepatuhan hukum.
  1. Uji coba pilot
  • Lakukan pilot pada satu divisi lapangan atau tim remote untuk menguji akurasi GPS dan performa face recognition.
  1. Evaluasi integrasi HR
  • Konfirmasi format laporan absensi dan mekanisme sinkronisasi ke sistem penggajian atau HRIS.
  1. Pelatihan dan SOP
  • Susun prosedur penggunaan untuk karyawan dan petunjuk teknis bagi tim TI internal.

Langkah-langkah ini adalah skenario tipikal yang sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan praktik tata kelola perusahaan.

Kesimpulan singkat

SHUCADA menawarkan solusi absensi berbasis GPS dan AI face recognition yang berjalan di cloud enterprise, dirancang untuk mendukung WFH dan WFA serta integrasi dengan sistem perusahaan. Klaim utama terkait verifikasi lokasi dan identitas serta operasi tanpa server lokal tercantum dalam materi produk. Aspek teknis, kepatuhan hukum, dan kebijakan privasi yang tidak dijelaskan secara rinci perlu dikonfirmasi lebih lanjut dengan penyedia sebelum implementasi. Untuk informasi lebih lanjut dan penawaran, kontak WhatsApp +62 811 386 2200 atau email marketing@studiokami.com.

https://www.instagram.com/p/Dd-ZRbYmblh/?xtok=MXJkd29uZXlkajVudw==

Back To Top