Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar dikenal sebagai markas klub sepak bola Bali United. Nama stadion tersebut mengacu pada seorang pejuang kemerdekaan asal Gianyar. Artikel ini memaparkan perjalanan hidup Kapten I Wayan Dipta dan alasan penamaan stadion, berdasar catatan sejarah dan liputan lokal (Wikipedia, Detik Bali, RRI).
Siapa Kapten I Wayan Dipta
- Latar kelahiran dan pendidikan
- Lahir pada 11 April 1926 di Banjar Teges Kaja, Gianyar.
- Menempuh pendidikan awal di Gianyar, melanjutkan ke Taman Siswa Denpasar, lalu ke Yogyakarta. Informasi pendidikan ini tercatat dalam catatan biografis yang ada.
- Peran pada masa kemerdekaan
- Setelah Proklamasi 1945, ia kembali ke Bali dan memimpin perjuangan di Gianyar sebagai Ketua Umum Pemuda Republik Indonesia (PRI) Cabang Gianyar, menurut laporan sejarah lokal.
- Wafat dan penguburan
- Ia ditangkap, disiksa, dan dieksekusi pada 12 April 1946 di Sukawati, Gianyar, sehari setelah ulang tahunnya; usianya tercatat sekitar 20 tahun.
- Jenazah dimakamkan di sebelah utara Pura Dalem oleh Wayan Nasa dari Banjar Palak Sukawati, sebagaimana catatan lokal.
Peristiwa yang masih berselisih
- Pelaku penangkapan dan eksekusi
- Beberapa sumber menyebut keterlibatan kelompok Pemuda Pembela Negara (PPN) yang pro-Belanda, sementara catatan lain menyebut NICA atau tentara NICA. Perbedaan ini tercantum dalam dokumentasi sejarah yang ada dan belum sepenuhnya seragam.
- Lokasi patung peringatan
- Ada variasi penamaan lokasi patung Kapten I Wayan Dipta: beberapa laporan menyatakan berada di Taman Dharma Giri, sedangkan catatan lain menyebut ujung barat Jalan Bypass Dharma Giri. Kedua penyebutan muncul dalam liputan lokal.
Mengapa namanya dipilih untuk stadion
- Penghormatan lokal
- Nama Kapten I Wayan Dipta diabadikan pada stadion sebagai bentuk penghormatan atas perannya memimpin organisasi pemuda di Gianyar pasca-Proklamasi 1945. Hal ini tercatat dalam narasi penamaan fasilitas publik di daerah tersebut.
- Jejak fisik peringatan
- Selain stadion, nama beliau juga diabadikan pada sebuah patung dan nama jalan di tanah kelahirannya. Patung dilaporkan memiliki perkiraan berat sekitar 4 ton dan tinggi sekitar 13,5 meter.
Stadion: fakta terkait penamaan dan kapasitas
- Hubungan nama dan fungsi stadion
- Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi nama resmi untuk fasilitas olahraga di Gianyar dan kemudian dikenal sebagai markas klub sepak bola lokal Bali United, menurut liputan RRI dan media olahraga.
- Kapasitas dan pembangunan
- Salah satu sumber menyebut kapasitas stadion sekitar 15.860 penonton. Awal pembangunan stadion disebut dimulai pada 1977 dalam beberapa catatan sejarah fasilitas tersebut, meskipun rincian tahapan pembangunan tidak semua dipublikasikan secara lengkap dalam sumber yang sama.
Jejak keluarga dan kelanjutan perjuangan
- Keluarga yang ikut dalam perjuangan
- Beberapa catatan menyebut adiknya, Made Japa, meneruskan perjuangan bersama Resimen Ngurah Rai. Informasi ini muncul dalam narasi lokal tentang koneksi keluarga pejuang di Gianyar.
- Peran tokoh masyarakat
- Nama Wayan Nasa muncul sebagai pihak yang memakamkan jenazah Kapten I Wayan Dipta, menurut catatan setempat.
Intinya untuk pembaca yang ingin tahu lebih jauh
- Fakta kunci yang bisa dijadikan rujukan cepat
- Tanggal lahir: 11 April 1926.
- Tanggal wafat: 12 April 1946.
- Usia saat gugur: dilaporkan sekitar 20 tahun.
- Kapasitas stadion: satu sumber menyebut sekitar 15.860 penonton.
- Perkiraan patung: berat sekitar 4 ton, tinggi sekitar 13,5 meter.
- Catatan soal ketidakpastian
- Ada ketidaksamaan dalam laporan tentang siapa pelaku penangkapan dan lokasi pasti patung. Perbedaan tersebut tercatat dalam sumber-sumber sejarah dan liputan media lokal.
Kesimpulan singkat
Kapten I Wayan Dipta tercatat sebagai pemimpin pemuda di Gianyar pasca-Proklamasi 1945 yang gugur pada 12 April 1946. Nama beliau diabadikan pada stadion di Gianyar, sebuah patung, dan nama jalan setempat, sebagai bentuk penghormatan yang tercantum dalam dokumentasi sejarah dan liputan lokal (Wikipedia, Detik Bali, RRI). Beberapa detail kronologis dan atribusi pelaku penangkapan masih tercatat berbeda antar sumber, sehingga pembaca yang membutuhkan kepastian lebih lanjut disarankan merujuk pada arsip lokal atau publikasi sejarah setempat.
https://www.instagram.com/p/De3qFy0mKVT/?mdxt=dGt6cTc1amxkbmk1
