Tiara Dewata: Lorong Waktu, Bom-Bom Car, dan Kenangan Masa Kecil Anak Denpasar

Aku masih ingat suara mesin kecil itu, bunyi denting saat mobil-mobilan saling bersenggolan, teriakan anak-anak yang berusaha menyalip, dan aroma gorengan dari lapak dekat pintu masuk. Sore hari waktu itu, matahari sedang turun pelan, dan antrean bom-bom car mengular seperti ular kecil warna-warni. Orang tua sibuk memilih barang belanjaan, sementara anak-anak sibuk menghitung koin untuk beberapa putaran lagi. Adegan itu hampir setiap akhir pekan di Tiara Dewata.

Waktu itu di Tiara Dewata (sejak 1985)
Tiara Dewata dikenal sebagai pusat perbelanjaan legendaris di Denpasar yang, menurut catatan dalam cerita ini, berdiri sejak 1985. Bangunannya sering dipakai warga untuk memenuhi kebutuhan bulanan, tapi yang paling melekat di ingatan banyak orang adalah sisi hiburannya. Ketika jam-jam belanja berakhir, area permainan sering berubah jadi titik temu keluarga kecil yang ingin melepas penat.

Bom-bom car: antrean, tawa, dan adrenalin kecil
Suasana akhir pekan

  • Anak-anak berdiri mengintip dari pagar pembatas, berharap cepat-cepat dipanggil.
  • Operator permainan memanggil nama-nama bergantian, sementara suara bel dan musik arcade menambah semarak.
  • Antrian panjang bukan soal bosan; justru jadi bahan obrolan antar anak, “Giliran siapa duluan?”, sambil sesekali mencuri lihat orang tua yang masih berbelanja.

Bom-bom car bukan hanya permainan. Di masa itu, tempat ini menjadi magnet yang membuat kunjungan ke pusat perbelanjaan terasa seperti acara mini keluarga: belanja, makan camilan, lalu hadiahnya, nanti anak main bom-bom car.

Diajak ke Tiara: momen keluarga yang sederhana

  1. Rencana belanja bulanan
  • Orang tua membawa daftar kebutuhan, tas belanja, dan tenaga ekstra.
  • Anak-anak ikut, kadang rewel, kadang antusias karena tahu ada hadiah bermain.
  1. Ritual hadiah
  • Main di area permainan jadi ‘imbalan’ setelah duduk sabar menunggu.
  • Momen itu sering terekam sebagai cerita keluarga yang diceritakan ulang ke anak cucu.
  1. Lintas generasi
  • Banyak yang kini bercerita: mereka yang dulu diajak ke Tiara kini kembali membawa anak sendiri. Kenangan itu berlanjut tanpa harus dicari-cari.

Perilaku sederhana ini membuat Tiara Dewata tidak hanya jadi tempat membeli kebutuhan, melainkan semacam panggung kecil bagi rutinitas keluarga.

Si Gayan, kolam renang, dan waktu Warkop DKI datang
Cerita menyebut adanya maskot bernama Si Gayan yang kerap muncul di acara-acara anak-anak di area itu. Selain itu, Tiara Dewata juga pernah punya kolam renang, bagian yang sering bikin orang terkejut ketika mengingatnya, dan dalam kisah yang diceritakan ada hubungan peresmian kolam renang itu dengan Warkop DKI: Dono, Kasino, dan Indro. Detail tanggal atau foto peresmian tidak dicantumkan dalam cerita ini, tetapi momen kehadiran nama-nama itu memperkuat kesan Tiara sebagai tempat yang punya program hiburan, bukan hanya deretan rak.

Kenangan yang terus diceritakan

  1. Mainan dan permainan
  • Bom-bom car menjadi ikon yang sering disebut ulang.
  • Area permainan lain pun ikut menambah riuh kunjungan keluarga.
  1. Suasana akhir pekan
  • Kerumunan, suara kasir, dan derap langkah orang-orang menambah rasa ‘hidup’ pada tempat itu.
  • Anak kecil sering mengingat antrian dan kebahagiaan sederhana ketika akhirnya dapat giliran.
  1. Foto-foto dan cerita
  • Banyak orang menyimpan foto lama atau sekadar cerita lisan tentang betapa serunya hari di Tiara.
  • Pengalaman itu kemudian jadi materi obrolan saat reuni keluarga atau pertemuan teman lama.

Daftar di atas menangkap inti dari memori bersama: Tiara Dewata hadir sebagai latar bagi banyak rutinitas keluarga, permainan kecil, dan potongan waktu yang kemudian dikenang.

Gaya cerita: nostalgia bertutur
Postingan yang menjadi rujukan narasi ini ditulis dengan gaya storytelling yang mengajak pembaca ‘masuk’ ke adegan, mencium bau gorengan, mendengar denting bom-bom car, merasakan antrean. Tujuannya bukan hanya mencatat tahun atau fakta, melainkan memancing kenangan personal pembaca agar ikut menambahkan cerita mereka sendiri di bagian komentar.

Jadi begini ceritanya — inti singkat

  1. Tiara Dewata disebut berdiri sejak 1985 dan dikenal di Denpasar.
  2. Era 1980–1990-an menempatkannya sebagai tempat belanja sekaligus hiburan.
  3. Bom-bom car, Si Gayan, dan kolam renang (yang terkait dengan peresmian oleh Warkop DKI dalam cerita) adalah fragmen yang sering dikenang.
  4. Momen ‘diajak ke Tiara’ menjadi ritual keluarga yang dilanjutkan antar generasi.

Kenangan-kenangan ini lah yang membuat banyak orang menautkan bagian masa kecil mereka dengan nama Tiara Dewata.

Kenangan Tiara Dewata-mu yang paling diingat apa?

https://www.instagram.com/p/Dcz-DTtjzw9/?img_index=5&stkn=MTZuZXBydDk0ZTQwag==

Back To Top