Sekilas tentang Kapten I Wayan Dipta
Kapten I Wayan Dipta lahir pada 11 April 1926 di Banjar Teges Kaja, Gianyar, Bali. Informasi ini tercatat di ensiklopedia daring dan laporan media lokal. Pendidikan beliau meliputi sekolah di Gianyar, Taman Siswa Denpasar, dan kelanjutan studi ke Yogyakarta, menurut catatan yang sama. Peran publiknya paling menonjol setelah Proklamasi 1945 ketika ia kembali ke Bali dan aktif memimpin organisasi pemuda di Gianyar.
Peran dalam perjuangan dan jabatan organisasional
- Kepemimpinan pemuda
- Ia tercatat sebagai Ketua Umum Pemuda Republik Indonesia (PRI) cabang Gianyar.
- Keterlibatannya dengan Badan Perjuangan di Denpasar juga disebut dalam laporan lokal.
- Penangkapan dan perlakuan saat tahanan
- Menurut laporan, ia ditangkap oleh pihak yang berpihak pada Belanda lalu diserahkan kepada kelompok Pemuda Pembela Negara (PPN).
- Beberapa sumber menyebutkan ia mengalami penyiksaan sebelum dieksekusi; ada klaim durasi penyiksaan 27 hari antara 15 Maret dan 12 April 1946, sementara sumber lain menyebut penyiksaan tanpa menyatakan lamanya.
- Akhir hidup dan pemakaman
- Kapten I Wayan Dipta meninggal pada 12 April 1946 di Sukawati, Gianyar, sehari setelah ulang tahunnya; usianya diperkirakan 20 tahun menurut catatan sejarah.
- Jenazahnya dilaporkan dimakamkan di sebelah utara Pura Dalem oleh Wayan Nasa dari Banjar Palak Sukawati.
Semua pernyataan di atas selaras dengan catatan yang tersedia di ensiklopedia daring dan liputan Detik Bali serta RRI.
Kronologi singkat yang termuat dalam catatan
- 11 April 1926
- Kelahiran Kapten I Wayan Dipta di Gianyar.
- Masa pendidikan
- Menempuh pendidikan di Taman Siswa Denpasar lalu melanjutkan ke Yogyakarta; tanggal detail tidak dirinci.
- Periode 1945–1946
- Kembali ke Bali pasca-Proklamasi dan aktif memimpin gerakan pemuda di Gianyar.
- Penangkapan, penyiksaan, dan eksekusi pada 12 April 1946; beberapa sumber menyebut rentang penyiksaan dimulai 15 Maret 1946.
- Pasca-peristiwa
- Penghormatan berupa pengabadian nama pada Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, penamaan jalan, serta monumen patung dilaporkan kemudian.
Tanggal rinci untuk beberapa langkah penghormatan tidak disebutkan secara eksplisit di sumber yang ada; verifikasi lebih lanjut di arsip pemerintah daerah dianjurkan jika diperlukan.
Stadion dan penghormatan publik: nama sebagai pengingat perjuangan
Stadion yang kini dikenal sebagai Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar memakai nama beliau sebagai bentuk penghormatan. Kapasitas stadion disebut sekitar 15.860 penonton menurut salah satu catatan yang ada. Selain itu, ada penamaan jalan dan sebuah patung yang didirikan untuk mengenang beliau. Patung itu disebut memiliki berat sekitar 4 ton dan tinggi sekitar 13,5 meter dalam laporan yang sama.
Penamaan fasilitas olahraga dengan nama tokoh perjuangan umum dipahami sebagai cara formal mengabadikan jasa. Dalam kasus Dipta, penggunaan namanya pada stadion, penamaan jalan, dan pembuatan patung menandai pengakuan lokal terhadap perannya selama periode awal kemerdekaan. Detail administratif tentang kapan resmi nama stadion ditetapkan tidak dirinci dalam laporan; arsip pemerintah daerah atau dokumen resmi institusi terkait perlu dikonsultasikan untuk memperoleh tanggal dan proses formal penetapan.
Titik ketidakpastian yang perlu dicermati
- Lokasi patung
- Beberapa laporan menyebut patung berada di Taman Dharma Giri, sementara ada pula yang menempatkan di ujung barat Jalan Bypass Dharma Giri, Gianyar. Informasi ini tidak konsisten.
- Rinciannya penyiksaan
- Durasi penyiksaan tercantum berbeda antar-laporan; sementara satu versi menyebut 27 hari, versi lain hanya mendeskripsikan adanya penyiksaan tanpa menyebut lamanya.
- Waktu pengadaan monumen dan penetapan nama stadion
- Tanggal pasti pembangunan patung dan resmi digunakannya nama stadion tidak tercantum secara jelas; perlu konfirmasi di dokumen pemerintah daerah atau arsip kepemilikan stadion.
Bagian-bagian yang masih simpang siur ini tercatat dalam liputan lokal dan ensiklopedia daring. Untuk penelitian sejarah atau penulisan yang memerlukan kepastian, sumber arsip primer adalah rujukan yang dianjurkan.
Kesimpulan singkat
Kapten I Wayan Dipta tercatat sebagai pemimpin pemuda Gianyar yang gugur pada usia muda pada 12 April 1946. Nama beliau diabadikan pada sebuah stadion di Gianyar serta melalui monumen dan penamaan jalan, sebagaimana termaktub dalam catatan media lokal dan ensiklopedia daring. Beberapa detail administratif dan lokasi monumen masih memerlukan verifikasi karena perbedaan antara laporan. Bagi yang menelaah sejarah lokal atau menyusun materi publik, pemeriksaan arsip daerah dan dokumen resmi terkait stadion akan membantu melengkapi data faktual.
https://www.instagram.com/p/De3qFy0mKVT/?dlrf=dGt6cTc1amxkbmk1
